Karyaseni adalah buah pikiran manusia yang mencintai keindahan, dan antara satu dengan yang lain berbeda pula selera seni yang dimiliki. Sekalipun berbeda-beda jenisnya, akan tetapi semua manusia setuju bahwa sebuah karya seni rupa bisa dikatakan memiliki nilai estetika (nilai seni) apabila lengkap unsur-unsur yang ada di dalamnya.

Ilustrasi Karya Lukisan seni rupa atau seni pada umumnya memang sudah sangat tua, sejak mulai zaman Prasejarah seni sudah diciptakan di gua-gua, tempat pemujaan, candi, Bahkan kuburan. Keberadaan seni pada waktu itu mempunyai fungsi yang kontekstual, dimana seni rupa pada periode tersebut mempunyai kepentingan yang sesuai dengan kondisi manusianya. Menjadi jelaslah bahwa kemunculan seni, baik seni yang non fisik dan fisik mempunyai fungsi bagi manusia atau kehidupan manusia. Seni ikut berperan dalam progresi peradaban manusia di dunia, sejak zaman Prasejarah sampai Kontemporer. Berikut akan dijelaskan fungsi seni yang hadir dalam peradaban manusia didunia ini, dalam tulisan berikut akan dijelsakan fungsi seni menurut teori dari Chapman. Menurut Chapman fungsi dari seni dibagi menjadi enam bagian, yaitu fungsi pribadi,fungsi masyarakat,fungsi fisik, fungsi keagamaan, fungsi pendidikan dan fungsi ekonomi. Berukit ini akan coba saya uraikan dengan bahasa saya sendiri, dan semoga bermanfaat bagi teman-teman seni dalam kehidupan manusia, antara lain 1. Fungsi Pribadi IndividualPengertian fungsi seni dalam individu, adalah konsep penciptaan seni yang lebih menekankan pada proses emosional dari sang seniman. Disini peran seniman sebagai kreator dalam menciptakan sebuah karya seni, semua ide, imajinasi, pemikiran dituangkan sehingga menghasilkan sebuah karya seni. Bagi seorang seniman karya seni itu mencitrakan pemikiran dan karakter psikologis dari si penciptanya. Oleh sebab itu ketika seseorang apresiator mengamati sebuah karya seni, disitu dapat dibaca karakter dari si seniman. Bagi seniman juga akan tecapai kepuasan jiwa atau diri, ketika semua konsep pemikirannya telah tertuang dalam karya. Perlu ditekankan disini fungsi individu dari seni itu dapat tercapai dengan sempurna, jika seniman itu berkarya dengan jujur, berkarya dengan Fungsi Masyarakat socialSetiap karya seni yang diciptakan seniman, pada umumnya akan disajikan kepada masyarakat atau audiens. Ketika karya seni itu hadir di dalam masyarakat, maka disitulah terjadi interaksi antara audiens dan karya seni tersebut. Distu karya seni di nikmati, diamati, diapresiasi, sehingga timbullah proses komunikasi. Dalam mengamati sebuha karya seni rupa, apresiator dapat dengan bebas menilai, mencari, dan menggali makna visual dari sebuah karya seni rupa. Fungsi seni dalam masyarakat dibagi menjadi dua bagian yaitu fungsi rekreasi dan fungsi komunikasi. Fungsi seni di masyarakat yang berhubungan dengan rekreasi atau wisata, apabila karya seni itu dikonsep atau diprogram untuk menarik wisatawan. Dalam hal ini para apresiator dapat menikmati sebuah karya seni secara langsung dan tidak lansung. Pengamatan secara langsung ini dapat kita jumpai misalkan pada pameran seni lukisan, pameran patung dan seni publik. Sedangkan apresiasi karya seni yang tidak langsung, mempunyai pengertian apabila karya seni tersebut tidak dijadikan konsep utama. Artinya sebuah karya seni tersebut hanya sebagai pelengkap dalam suatu acara atau bangunan. Ini dapat dijumpai misalkan lukisan yang terpajang di restaurant, hotel, dan fungsi seni dalam pengertian komunikasi adalah, dimana sebuah karya seni itu mempunyai pesan visual yang akan disampikan kepada masyarakat. Dalam konteks ini karya seni menjadi mediator antara sang produsen dengan audiens. Karya seni rupa dapat dikatakan berhasil menyampaikan pesan, apabila makna dari sebuah karya tersebut dapat dicerna dan dipahami oleh audiens atau apresiator. Kecenderungan karya seni rupa yang mempunyai muatan pesan,dapat dijumpai pada karya seni Reklame. Dengan adanya karya-karya reklame seperti poster, spanduk, neonbox, banner dan pamphlet, sebagai karya seni terapan yang penggunaannya lebih kepada fungsi komunikasi. Perlu dijelaskan lebih dalam mengenai jenis karya seni diatas, mungkin kurang mempunyai nilai artistik dan lebih mementingkan nilai yang sederhana dan sedikit kerumitan. Tetapi bukan berarti karya tersebut bukan karya seni, semua itu masuk dalam kategorisasi karya seni rupa, jika memiliki nilai estetika yang tinggi. Sebaliknya jika karya seni tersebut , tidak mempunyai nilai estetika yang tinggi, maka karya seni tersebut bisa di kategorikan sebagai jenis Low Art, Pastiche, atau Fungsi fungsi seni secara fisik ini erat hubungannya dengan seni pakai atau nilai guna. Karya seni memang dalam kehidupan sehari-hari mempunyai fungsi, sebagai sarana penunjang kehidupan. Kekurangan dari karya seni yang berorientasi pada fungsi fisik yaitu terabaikannya nila estetika dari karya tersebut. Hal ini memang sudah terkonsep dari kreator atau seniman. Pembuatan karya seni tersebut hanya menekankan pada fungsi fisik, enak dipakai, nyaman digunakan dan efesien. Sehingga terdapat kecenderungan karya seni seperti ini mempunyai nilai artistik yang rendah. Karya seni ini dapat kita jumpai di seni kerajinan, seperti kursi, mebel, keramik, perabot, asesoris dan Fungsi Keagamaan ReligiousSeni rupa atau seni lainnya memang ikut andil dalam ranah agama atau religious. Kemunculan seni rupa sejak zaman pra sejarah sampai modern, secara subtansial terdapat fungsi dalam suatu kepercayaan. Karya-karya seni yang erat hubungannya dengan fungsi religious ini dapat ditelusuri mungkin sejak zaman Renaisans. Di Italia pada abad 15, abad dimana pergolakan pemikiran dan kreativitas dieksplorasi munuju pencerahan. Seniman Renaisans pada waktu itu berkarya untuk kepentingan gereja, denga dukungan dari penguasa atau bangsawan. Peran seniman pada zaman itu sangat berpengaruh dalam menciptakan karya seni yang religious sebagai penunjang peradaban Renaisans. Seniman-seniman terkenal seperti Philipo Brunelesci, Leonardo da Vinci,Michaelangelo, Andrea Mantegna,dan Rphael, melukis dan membuat patung untuk kepentingan gereja. Karya-karya mereka menghiasi gereja-gereja sebagai representasi terhadap tuhan juga yang terjadi di belahan dunia timur atau dunia Arab. Di wilayah timur yang sebagian besar menganut ajaran islam, memang tidak begitu dominan memunculkan seniman, walaupun itu ada tapi mungkin tidak tereskpos. Karya seni yang bernuansa islami ini, dapat dijumpai pada masjid-msjid berupa kaligrafi Arab. Seni kaligrafi memang identik dengan dunia arab,tetapi bila dipahami lebih dalam pengertian kaligrafi adalah seni tulis menulis atau menulis indah. Oleh sebab itu kaligrafi dapat di jumpai di berbagai perdaban manusia, Bukan hanya di peradaban Islam. Tetapi mungkin dalam perkembangannya kaligrafi Islam lebih dominan, karena faktor banyaknya penganut agama Fungsi Pendidikan EducationFungsi seni dalam dunia pendidikan memang berperan dalam menunjang lancarnya proses belajar mengajar. Dalam konteks ini karya seni sebagai mediator penyampaian pesan dalam proses belajar. Berbagai metode dalam proses belajar mengajar dari mulai metode verbal maupun non verbal. Seni visual atau seni rupa dapat pula diterpakan dalam pendidikan. Ketika pesan verbal itu perlu sarana pendukung dalam bentuk visual, maka dapat dihadirkan dalam bentuk gambar, lukisan, ilustrasi, ataupun poster. Seni visual mungkin lebih efektif dalam penyampaian gagasan, idea tau cerita, dengan ditunjang olah verbal. Dengan demikian jelaslah seni dapat sebagai penunjang dalam dunia Fungsi Ekonomi EconomicKetika seniman menciptakan sebuah karya seni, tentunya mempunyai tujuan yang akan dicapainya. Tujuan dari diciptakannya karya seni adalah pencapaian nilai artistik, hadirnya makna. Tetapi disamping itu mempunyai tujuan yang atau fungsi lain yaitu fungsi ekonomi. Dapat dikatakan “seniman juga butuh makan, butuh tempat tinggal”. Karya seni yang hadir dengan tujuan komersil, perlu dipertanyakan nilai estetikanya. Jangan sampai hanya karena tujuan komersil, nilai artistik diabaikan. Tentunya fenomena ini dapat dijumpai di kehidupan sehari-hari. Pertimbangan dari karya seni yang berorientasi pada nilai ekomomi adalah untung rugi. Ketika seniman membuat karya dengan jenis media dan ukuran yang berbeda, tentunya nilai komersil dari sebuah karya seni itu akan seni yang tujuan utamanya adalah nilai ekonomis, umumnya adalah seni terapan seperti arsitektur, reklame, kriya atau kerajinan dan grafis poster. Tetapi bukan berarti seni murni tidak komersil, seni murni seperti lukisan , patung dan grafis juga bersifat komersil. Tetapi konteks dalam seni murni memang lebih menekankan pada nilai artistiknya. Sehingga secara tidak langsung timbul nilai komersil dari karya tersebut. Dalam dunia seni rupa tidak sedikit dijumpai seniman-seniman kaya. Secara mendasar sifat seni disamping mempunyai nilai estetika juga nilai komersil. Nilai komersil dari seni murni adalah imbas atau efek yang ditimbulkan. Bahkan bila ditinjau lebih dalam nilai jual seni murni seperti lukisan, patung, kadang tidak sebanding dengan media yang di gunakan. Misalkan sebuah lukisan bisa berharga 20 juta sampai 1 milyar atau bahkan lebih. Itulah penghargaan pada sebuah nilai estetika dari karya seni rupa. ***

Pameranseni rupa di sekolah juga dapat bertujuan secara sosial, yaitu karya-karya seni yang berhasil terjual bisa digunakan untuk penggalan dana bantuan sosial bagi orang yang membutuhkan. Misalnya, membantu teman yang sedang terkena musibah. 7. Tujuan Kemanusiaan
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat memahami penyiapan dan selekasi karya untuk pameran seni rupa. Peserta didik dapat memahami penyiapan perlengkapan pameran seni rupa. B. Uraian Materi Persiapan Pameran setelah menyusun perencanaan kegiatan pameran sejak menentukan tujuan hingga pembuatan proposal, maka kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan pelaksanaan pameran. Kegiatan utama dalam persiapan pameran ini menyiapkan dan memilih karya serta menyiapkan perlengkapan pameran. Ruang pameran seni rupa dan kriya Ruang pameran seni rupa dan kriya Menyiapkan dan Memilih Karya Sesuai dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya mutlak diperlukan. Untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, kalian perlu mempersiapkan karya yang akan dipamerkan. Kalian dapat membuat karya seni rupa yang secara khusus diperuntukan bagi pameran yang direncanakan tersebut atau memilih dari karya tugas yang pernah kalian buat dalam pembelajaran seni rupa pada semester yang lalu. $ads={1} Pemilihan karya yang akan dipamerkan dilakukan setelah karya terkumpul. Proses pemilihan karya dapat dilakukan oleh guru dan siswa. Teknik pemilihan karya dapat dilakukan berdasarkan kualitas karya yang layak untuk dipamerkan, jenis karya karya dua dimensi atau tiga dimensi, ukuran, dan kriteria lain sesuai ketentuan panitia pameran. Bahkan dalam pameran seni rupa di sekolah, guru bisa melakukan seleksi karya dengan mempertimbangkan proporsi perwakilan tiap kelas. Jenis karya yang dipamerkan ini dapat ditentukan satu jenis karya saja atau campuran dari berbagai jenis. Penentuan jenis karya ini akan mempengaruhi perlengkapan pameran yang harus disediakan. Sebagai contoh jika kebanyakan yang dipamerkan adalah karya seni rupa dua dimensi maka kemungkinan besar panitia pameran harus menyediakan tempat untuk menggantung karya-karya tersebut. Sebaliknya jika karya yang dipamerkan kebanyakan karya seni rupa tiga dimensi, maka tempat untuk meletakkan karya tersebut harus mendapat perhatian lebih besar. Format pengelompokan karya seni rupaMenyiapkan Perlengkapan Pameran Penyelenggaraan pameran memerlukan perlengkapan sarana dan prasarana seperti ruangan, display, meja, buku tamu, buku pesan dan kesan, panil penyekat ruangan. lampu sorot, sound system, dan poster. Display Display adalah cara mengatur objek, gambar, produk, atau unsur-unsur lainnya untuk mencapai hasil yang artistik, komunikatif, persuasif, dan proporsional. Artistik, setiap unsur yang ada ditata menurut kaidah desain, yaitu adanya 1 KeseimbanganDari luas ruang yang digunakan, semua unsur ditata secara merata, dengan bobot yang sama di setiap sisi. Bobot unsur ini bias berdasarkan tinggi rendah, lebar/sempit, intensitas warna dari masing-masing unsur. Penataan karya tiga dimensi yang menggunakan prinsip keseimbangan 2 Harmony Keselarasan antara semua unsur. Misal Jika memajang perhiasan dari perak, berukuran kecil, tentu saja jangan diletakkan berdekatan dengan guci-guci besar yang berwarna mencolok. Perhiasan perak tersebut sebaiknya diletakkan di tempat yang tidak terlalu rendah, sekitar setinggi pinggang orang dewasa, dengan diberi alas kain berwarna gelap misal hitam/biru tua, dan diletakkan berdekatan dengan benda yang ukurannya tidak terlalu besar, dengan warna yang tidak terlalu mencolok. Gambar Penataan karya 2d dan 3d yang menggunakan prinsip harmoni3 Kesatuan Setiap unsur yang ada saling mendukung, saling terkait, untuk mencapai tujuan yang sama. Jika beberapa karya keramik denganwarna terakota/coklat akan diletakkan berdekatan dengan karya logam dengan warna perak, maka sebaiknya ada unsur yang menyatukan keduanya, misal dari unsur kain yang menjadi alas, dibuat senada, sehingga warna coklat dan perak tersebut tidak terlihat mencolok perbedaannya. Gambar Penataan karya yang menggunakan prinsip kesatuan 4 Rytme/irama Ada alur yang menggiring/mengarahkan pandangan orang pada arah tertentu yang kita inginkan. Alur yang enak adalah seperti halnya arah orang membaca, yaitu kiri ke kanan, atau atas ke bawah. Setiap unsur yang ada disusun dengan mempertimbangkan adanya irama, berdasarkan tinggi rendah, lebar/sempit, dan intensitas warna dari masing-masing unsur. 5 Komunikatif Sebuah pameran dikatakan komunikatif jika semua unsur yang ada dapat menyampaikan pesan secara tepat kepada pengunjung sesuai dengan tujuan pameran. Setiap pameran memiliki tujuannya masingmasing, misal menunjukkan hasil karya siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, atau menunjukkan keberhasilan para pengusaha kecil, dsb. Penyelenggara pameran dalam hal ini berkedudukan sebagai komunikator penyampai pesan dan pengunjung sebagai komunikan penerima pesan, sedangkan unsurunsur yang ditata merupakan sarana penyampai pesan. Sebuah proses komunikasi dikatakan berhasil jika diantara komunikan dan komunikator memiliki kesepahaman. 6 Persuasif Semua unsur yang ada ditata sedemikian rupa dengan tujuan untuk menarik perhatian agar dapat mempengaruhi pengunjung, sehingga selanjutnya mereka akan menindaklanjuti dengan membeli, atau mengadakan kerjasama yang berkelanjutan dengan penyelenggara pameran, atau hanya sekedar terinspirasi, tertarik, dsb. Artinya, pameran tersebut dapat mempengaruhi pemikiran pengunjung. 7 Proporsional Setiap unsur yang ada ditata secara proporsional mengikuti kaidahdesain seperti yang telah dijelaskan di atas. Fungsi Display Memberikan informasi tentang karakteristik dan prestise dari suatu misiagar mencapai tujuan yang tepat dan benar. 1 Karakteristik Sesuatu yang menjadi hakekat dan identitas dari keseluruhan karya yang dipamerkan. 2 Prestise Nilai lebih dari karya yang dipajang, yang akan menjadi daya tarik dan kebanggaan. Sarana Display 1 Panel adalah sebuah pameran, panel merupakan tempat memajang karya 2 dimensi. Fungsi panel Ada beberapa fungsi panel secara umum, yaitu sebagai a Sekat pemisah ruangan b Sarana pencahayaan c Perabot pameran Bentuk Panel Panel tidak selalu berbentuk bidang datar yang tegak seperti papantulis, tetapi ada juga yang cekung, cembung, ataupun miring, dsb,disesuaikan dengan kebutuhan. Gambar Berbagai alternatif bentuk panel Gambar berbagai alternatif bentuk panel Gambar Berbagai alternatif bentuk panel Sebuah panel harus memenuhi syarat sebagai berikut a Kokoh konstruksinya b Tidak mudah roboh c Mudah dirakit, Jika direncanakan untuk pameran keliling d Mudah dipindah-pindahkan, ringan, diberi roda di bagiankakinya e Jika menggunakan lampu, maka diusahakan agar lampu tidakmenyilaukan pengunjung atau jangan mengganggu karyayang sedang dipajang f Proporsi panel disesuaikan dengan proporsi manusia yangakan melihatnya g Selain dari fungsinya, secara fisik panel juga harus nampak bagus dipandang h Jika panel akan digunakan untuk meletakkan barang-barang berharga, maka dapat ditutup dengan kaca. Gambar Bentuk panel siap dipajang karya Gambar Panel sebagai pemajang karya dan penyekat ruangan2 Vitrine Vitrine adalah lemari panjang untuk menata benda-benda koleksi. Umumnya dipergunaan untuk tempat memamerkan benda-benda 3 tiga dimensi, benda-benda yang tidak boleh disentuh, benda-benda yang karena kecil bentuknya atau tinggi nilainya sehingga dikhawatirkan keamanannya. Sebuah vitrine harus memenuhi syarat sebagai berikut a Keamanan koleksi harus terjamin 1 Selain bentuknya yang indah, vitrine harus kuat dan kokoh. 2 Benda yang tersimpan didalamnya harus aman dari pencemaran dan pencurian. 3 Sirkulasi udara di dalam vitrine harus diatur sedemikian rupaagar suhu di dalam vitrine tidak terlalu panas dan lembab. 4 Penempatan lampu di dalam vitrine diberi lubang di bagian atasnya untuk mengeluarkan panas. Tetapi lubang tersebut harus ditutup dengan memakai kawat kasa agar serangga dan binatang kecil lainnya tidak masuk ke dalam vitrine. 5 Apabila vitrine akan dipakai untuk pameran-pameran yang sifatnya temporer, maka sebaiknya kaki vitrine diberi roda agar mudah memindahkannya. 6 Vitrine dapat dilengkapi dengan lemari/laci kecil di bagian bawahnya untuk penyimpanan karya. b Memberi kesempatan pengunjung agar lebih leluasa menyaksikan koleksi yang ada di dalamnya. Vitrine tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tinggi rendah ini sangat relatif. Sebagai patokan kita sesuaikan dengan tinggi rata-rata manusia Indonesia. Yaitu tinggi rata-rata manusia Indonesia sekitar 160-170 cm, dengan kemampuan gerak anatomis leher manusia yang wajar sekitar 30 derajat gerakan ke atas, bawah, maupun samping. Dengan data ini, maka tinggi vitrine seluruhnya sekitar 240 cm sudah cukup memadai, alas terendah 65-75 cm, dan tebal vitrine minimal 60 cm. Gambar Ukuran vitrine yang cukup proporsional Dengan ukuran tubuh rata-rata orang Indonesia c Pengaturan cahaya tidak boleh mengganggu koleksi atau menyilaukan pengunjung. Letak lampu harus terlindung, jangan sampai terlihat sumber cahayanya dari arah pengunjung. Gambar Vitrine dengan lampu Gambar Contoh posisi lampu pada vitrine d Bentuk vitrine harus disesuaikan dengan ruangan yang akan ditempati oleh vitrine tersebut. Gambar Contoh Vitrine Gambar Contoh Vitrine Gambar Contoh Vitrine Gambar Contoh Vitrine3 Pustek Pustek adalah sarana untuk memajang beda 3 dimensi, biasanya berbentuk balok, atau silinder atau berbagai bentuk lain, dengan ukuran yang bervariasi. Bahan pembuatannya dari triplek. Gambar Pustek dengan bentuk segi empat Gambar Pustek dengan bentuk lingkaran Sebuah pustek harus memenuhi syarat sebagai berikut a Kokoh konstruksinya. b Tidak mudah roboh. c Mudah dirakit . d Mudah dipindah-pindahkan, ringan, dapat diberi roda di bagian kakinya untuk memudahkan pemindahan. e Proporsi pustek disesuaikan dengan proporsi manusia yang akan melihatnya. f Selain dari fungsinya, secara fisik pustek juga harus Nampak bagus dipandang. g Jika pustek akan digunakan untuk meletakkan barang-barang berharga, maka dapat ditutup dengan kaca. Gambar Pemanfaatan Pustek untuk memajang karya tiga dimensi 3. Penyajian Karya Berdasarkan a. Jenis/materi Karya ditata berdasarkan teknik berkarya, media, tema, maupun style. Misal 1 Karya lukis, berdasarkan media, seperti lukisan cat air, cat minyak, pastel, dsb. 2 Karya lukis, berdasarkan tema, seperti alam benda, potret diri, pemandangan, fantasi, dll. b. Fungsi Karya ditata menurut fungsinya misalnya Pada pameran benda-benda bersejarah, karya ditata berdasarkan fungsi setiap benda tersebut di masa lalu, seperti untuk upacara keagamaan, peralatan berkebun, memasak, dsb. c. Kronologi Karya ditata menurut urutan waktu. Misal dalam pameran karya lukis seorang seniman yang sudah terkenal, lukisan ditata mulai dari karya di masa awal berkarya sampai karya terakhir. Dengan demikian dapat dinikmati dan dipelajari nilai karya dan perkembangannya dari waktu ke waktu. 4. Pengaturan Tempat a. Sirkulasi pengunjung Alur pengunjung dari pintu masuk hingga pintu keluar diperhitungkansedemikian rupa, agar Pengunjung dapat menyaksikan semua karya yang dipajang, tanpa terlewat satupun. Artinya, jangan sampai ada bagian dari pameran yang tidak dilihat oleh pengunjung hanya karena letaknya yang tidak menguntungkan atau alur pengunjung tidak melewati area tersebut. Gambar Contoh denah alur pengunjung yang cukup representatif Gambar Contoh denah alur pengunjung yang cukup representatif Pengunjung dapat menyaksikan semua karya dengan nyaman, dalamjarak yang proporsional, tidak terlalu dekat, dan tidak terlalu jauh. Gambar Pemasangan objek yang teralu besar dalam ruang yang sempit Akan menyulitkan orang untuk melihat secara keseluruhan Gambar Jarak yang ideal agar objek dapat dinikmati secara keseluruhan dengan jarak pandang yang nyaman b. Keselamatan karya Keselamatan karya dapat terganggu oleh 1 Kerusakan oleh manusia Vandalisme, misalnya merobek, mencoret, dsb 2 Kerusakan karena alam Oleh hujan, air, sinar matahari, udara lembab,dsb 3 Kerusakan karena hewan Rayap, ngengat, dsb 4 Kerusakan karena tumbuhan Jamur, lumut, dsb 5. Pemasangan karya Untuk pemasangan karya dua dimensi 1 ditempel dengan lem yang sesuai 2 ditempel dengan isolasi satu sisi 3 ditempel dengan isolasi dua sisi double-tape 4 ditempel dengan paku, atau pines 5 digantung dengan senar Gambar Jarak yang ideal agar objek dapat dinikmati secara keseluruhan dengan jarak pandang yang nyaman Sedangkan untuk pemasangan tiga dimensi a Diletakkan di atas pustek b Diletakkan di dalam vitrine c Diletakkan pada rak d Diletakkan di lantai e Digantung pada panel, dinding atau langit-langit. Gambar Gerakan ke atas dan ke bawah Gambar Gerakan ke kanan dan ke kiri 6. Prinsip Penataan Karya a. Prinsip pemusatan perhatian focal point Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan kontras dalam bentuk, warna, tekstur, volume, dan arah garis. Jangan meletakkan beberapa objek pada garis vertikal secara berdekatan dengan garis horisontal, sehingga benda terkesan bertumpuk dan saling menutup. b. Prinsip kelurusan gambar picture alignment Prinsip ini boleh saja dipakai, tetapi memiliki kelemahan, yaitu membosankan. Dengan penataan yang lurus, objek akan tampak rapi tetapi berkesan monoton, tidak berirama, sehingga membosankan dan tidak menarik. c. Prinsip penggabungan khusus spatial relationship Prinsip ini cukup kompleks karena merupakan konfigurasi dari penataan keseluruhan. Langkah-langkh yang ditempuh adalah sebagai berikut 1 Tempatkan karya yang berukuran besar dan berposisi vertikal di tengah dinding. Ini akan berfungsi sebagai daya berat 2 Mulai kembangkan penataan ke samping kiri maupun kanan. Dekatkan objek yang proporsional dengan objek pertama. d. Keseimbangan balance Keseimbangan ada dua macam 1 Keseimbangan formal 2 Keseimbangan yang dicapai oleh dua benda yang memang berukuran sama e. Keseimbangan informal Keseimbangan yang dicapai oleh dua benda yang berbeda ukuran tetapi memiliki intensitas yang sama Prinsip ini dapat dipergunakan dengan mempertimbangkan faktor keleluasaan pengunjung untuk melakukan apresiasi terhadap setiap karya Seni yang dipajang. Setiap karya yang dipajang harus memiliki ruang yang cukup tidak berdekatan atau bahkan berhimpitan dengan karya yang lain, agar pengunjung dapat mengamati setiap karya dengan seksama tanpa terganggu oleh karya yang lain. 7. Make-Up Karya Proses ini adalah tahapan dimana kita menyiapkan karya menjadi siap pajang. Berikut ini akan dibahas tentang teknik make-up penampilan karya dua dimensi. Ada tiga tahapan, yaitu a. Mounting Mounting adalah menempelkan gambar pada karton atau papan triplek dengan perbadingan tertentu. Ada dua teknik mounting, yaitu 1 Mounting sebagian 2 Karya ditempel di bagian tengah, disisakan beberapa cm di bagian tepi untuk pasparto 3 Mounting utuh 4 Karya ditempelkan secara penuh Tujuan dari monting adalah 1 Melindungi karya 2 Memperindah karya 3 Menonjolkan karya dari pengaruh sekitarnya b. Matting Matting Adalah pemasangan pasparto, yang secara estetis bertujuan untuk 1 Memisahkan penampilan karya dari pengaruh sekitarnya 2 Membentuk peralihan antara warna gambar dan warna panel c. Framming Demikianlah, display pameran merupakan kegiatan penataan sejumlah objek produk/ karya seni secara artistik dan komunikatif dengan mempertimbangkan kenyamanan pengunjung dan keamanan karya. a. Ruang Pameran Ruangan yang dapat digunakan dalam kegiatan pameran seni rupa di sekolah bisa menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan ruang dapat dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi. Gambar Contoh letak meja dan alur pengunjung b. Meja Meja dapat digunakan untuk meja penerima tamu dan dapat pula digunakan sebagai dasar penyimpanan karya tiga dimensional seperti patung atau barang kerajinan lainnya. c. Buku tamu Bukti tamu berisi no, nama, alamat/asal kelas/asal sekolah, dan tanda tangan dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang mengunjungi pameran. d. Buku kesan dan pesan Buku kesan dan pesan berisi tanggal, tanggapan pribadi pengunjung, identitas seperlunya berguna sebagai masukan terhadap penyelenggaran pameran. e. Panil Berfungsi untuk menempelkan karya dua dimensi seperti lukisan, gambar, dan sebagainya. Panil juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan. Gambar Penerapan panel sebagai pemajang karya f. Poster atau brosur Media ini digunakan untuk menginformasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian sebelum pelaksanaan pameran dilakukan, poster dan brosur sudah digunakan sebagai media informasi. Gambar Poster pamera g. Katalog Berisi identitas seniman dan karya serta kuratorial penyelenggara pameran berfungsi sebagai penjelasan mengenai hal ilhwal seniman dan karya seni yang dipamerkannya. Gambar Contoh katalog pameran h. Label Karya Berisi judul lukisan dan harga lukisan jika dijual membantu guide untuk menjelaskan kepada pengunjung pameran. Gambar Contoh label karyai. Lampu penerangan Lampu ini digunakan untuk memperjelas karya yang dipamerkan. Lampu ini dipasang di setiap papan pamer panil atau di plafon. Pemasangan lampu dan pemilihan jenis lampu untuk memperjelas karya sehingga lampu dan penempatannya harus diatur dan dipilih sedemikian rupa agar tidak menyilaukan. Gambar Penerangan lampu pada karya j. Sound system Sound system digunakan dalam acara pembukaan, dan untuk memperdengarkan musik instrumentalia berirama lembut selama pameran berlangsung yang berfungsi untuk mendukung suasana pameran sehingga pengunjung merasa lebih nyaman ketika mengapresiasi karya yang dipamerkan. k. Evaluasi Penataan Evaluasi penataan yang dimaksud adalah proses penilaian secara keseluruhan tentang tahapan yang telah dijalani dan hasil ini dapat dilakukan dengan melakukan cross ceck antara perencanaan awal konsep awal yang telah ditulis dengan hasil penataan. C. Rangkuman Persiapan Pameran setelah menyusun perencanaan kegiatan pameran sejak menentukan tujuan hingga pembuatan proposal, maka kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan pelaksanaan pameran. Kegiatan utama dalam persiapan pameran ini menyiapkan dan memilih karya serta menyiapkan perlengkapan pameran. 1. Menyiapkan dan memilih Karya Sesuai dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya mutlak diperlukan. Untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, kalian perlu mempersiapkan karya yang akan dipamerkan. Kalian dapat membuat karya seni rupa yang secara khusus diperuntukan bagi pameran yang direncanakan tersebut atau memilih dari karya tugas yang pernah kalian buat dalam pembelajaran seni rupa pada semester yang lalu. 2. Menyiapkan Perlengkapan Pameran Penyelenggaraan pameran memerlukan perlengkapan sarana dan prasarana seperti ruangan, display, meja, buku tamu, buku pesan dan kesan, panil penyekat ruangan. lampu sorot, sound system, dan poster. a. Display Display adalah cara mengatur objek, gambar, produk, atau unsur unsur lainnya untuk mencapai hasil yang artistik, komunikatif, persuasif, dan proporsional. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip berikut ini 1 Harmony 2 Kesatuan 3 Rytme/irama. 4 Komunikatif 5 Persuasif 6 Proporsional 3. Pengaturan Tempat Sirkulasi pengunjung Alur pengunjung dari pintu masuk hingga pintu keluar diperhitungkan sedemikian rupa, agar Pengunjung dapat menyaksikan semua karya yang dipajang, tanpa terlewat satupun. Artinya, jangan sampai ada bagian dari pameran yang tidak dilihat oleh pengunjung hanya karena letaknya yang tidak menguntungkan atau alur pengunjung tidak melewati area tersebut Pemasangan karya Untuk pemasangan karya dua dimensi a. ditempel dengan lem yang sesuai b. ditempel dengan isolasi satu sisi c. ditempel dengan isolasi dua sisi double-tape d. ditempel dengan paku, atau pines e. digantung dengan senar Sedangkan untuk pemasangan tiga dimensi a. diletakkan di atas pustek b. diletakkan di dalam vitrine c. diletakkan pada rak d. diletakkan di lantai e. digantung pada panel, dinding atau langit-langit. Kondisi pengunjung yang perlu diperhatikan dalam pemasangan karya a. proporsi fisik, beserta gerakan yang nyaman b. kelelahan tubuh c. kepenatan mata d. kebosanan Prinsip Penataan Karya a. Prinsip pemusatan perhatian focal point b. Prinsip kelurusan gambar picture alignment c. Prinsip penggabungan khusus spatial relationship d. Keseimbangan balance Menyiapkan Pameran a. Mengumpulkan karya b. Menyeleksi karya c. Mengelompokkan karya berdasarkan kategori tertentu misal berdasarkan tema, media, ukuran, dsb d. Mengelompokkan karya yang akan ditempatkan di sketsel, pustek, atau vitrine. e. Membuat label karya, dengan isi sebagai berikut 1 nama pembuat karya 2 judul karya 3 bahan/media 4 ukuran karya 5 tahun pembuatan 6 harga jika dijual 7 .........dan keterangan lain jika diperlukan f. Melihat ruangan yang akan dipergunakan g. Mengumpulkan sarana pameran, sesuai kebutuhan, berupa 1 pustek 2 sketsel 3 vitrine jika diperlukan 4 meja kursi untuk penerimaan tamu 5 sarana pendukung seperti tanaman hias, bunga dan vas, dsb h. Membuat media komunikasi visual untuk publikasi pameran i. Membuat peta perencanaan display berupa sketsa 1 letak perabot, sekaligus dengan menentukan alur pengunjung 2 letak masing-masing karya 3 letak sarana pendukung j. Menata karya, dengan langkah sbb 1 perhatikan jumlah karya yang akan ditempatkan pada pustek denganpusteknya demikian juga untuk karya yang akan ditempatkan pada panel, maupun vitrine 2 bagi karya sesuai jumlah perabotnya vitrine, panel dan pustek Make-Up Karya Ada tiga tahapan, yaitu a. Mounting b. Matting c. Framming Tujuan dari monting adalah a. Melindungi karya b. Memperindah karya c. Menonjolkan karya dari pengaruh sekitarnya Matting Adalah pemasangan pasparto, yang secara estetis bertujuan untuk a. memisahkan penampilan karya dari pengaruh sekitarnya b. membentuk peralihan antara warna gambar dan warna panel PengertianPameran Seni Rupa dan Struktur Kepanitiaan
ilustrasi oleh Pameran seni rupa adalah suatu kegiatan yang menyajikan karya seni rupa untuk dapat dilihat masyarakat dengan penyampaian yang terencana. Tujuan dari suatu pameran seni rupa yaitu 1 Komersil, 2 Kemanusiaan dan sosial, dan 3 edukasi. Ulasan lengkapnya dalam artikel ini. Pameran berasal dari kata memamerkan atau memajang karya sehingga bisa dinikmati dan diapresiasi oleh orang lain. Kegiatan pameran dapat dilakukan dimanapun, pada umumnya dilaksanakan di galeri atau ruangan yang dirancang untuk dilakukan pameran. Akan tetapi, kegiatan ini juga bisa dilakukan di berbagai tempat seperti sekolah dan universitas maupun tempat outdoor. Pengertian Pameran Menurut Para AhliTujuan Pameran SeniJenis-Jenis Pameran Seni Rupa Pengertian Pameran Menurut Para Ahli Adapun pengertian pameran seni menurut para ahli, antara lain B. MyersPameran adalah aktivitas yang menggunakan suatu ruangan untuk memamerkan karya seni seperti lukisan, ukiran, foto, ataupun karya seni rupa lainnya. Adi IrwantoPameran adalah cara untuk menyajikan hasil karya seni berupa karya seni dua dimensi maupun tiga dimensi yang dinikmati secara visual. WikipediaPameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni sehingga karya tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat. Contohnya, show, pekan raya, bazar, pasar murah, exhibition, dsb Pameran Seni Art Jakarta 2017 Tujuan Pameran Seni Secara umum pemeran seni rupa memiliki tujuan sebagai berikut. 1. Tujuan Komersial Kegiatan pameran bertujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi seniman ataupun pihak penyelenggara pameran. Karya seni dalam pameran dijual untuk menghasilkan profit. 2. Tujuan Sosial dan Kemanusiaan Pameran bertujuan untuk kepentingan sosial dan kemanusian. Hasil penjualan karya seni digunakan untuk kegiatan sosial seperti disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, panti asuhan, korban bencana alam dan lain-lain. 3. Tujuan Pendidikan Pameran bertujuan untuk memberi edukasi terhadap suatu karya sehingga menambah pengetahuan masyarakat. Jenis pameran seni dikategorikan berdasarkan sifatnya, jumlah peserta, ragam jenis karya yang digelar, tempat berlangsungnya dan dimensi karya seni. Pameran berdasarkan sifatnya Berdasarkan sifatnya, pameran bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu Pameran periodik, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan pada periode tertentu secara tetap dan teratur. Contohnya pentas seni di setiap akhir semesterPameran insidental, yaitu pameran seni rupa yang diselengarakan apabila diperlukan atau sesuai kebutuhan yang permanen, yaitu pameran seni rupa yang diadakan pada tempat yang tetap dan diselenggarakan pada waktu yang sudah ditentukan. Contohnya pemaran di museum Berdasarkan Jumlah Peserta Menurut jumlah peserta pameran dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Pameran Tunggal adalah pameran seni yang diselengarakan oleh peroranganPameran Kelompok adalah pameran seni yang diselengarakan oleh beberapa seniman. Karya seni rupa yang dipamerkan biasanya berjumlah banyak karena berasal dari beberapa seniman. Berdasarkan ragam jenis karya yang Digelar Pameran heterogen adalah pameran seni yang menampilkan beberapa jenis karya homogen adalah pameran seni yang memamerkan satu jenis karya seni yang sama. Berdasarkan tempat berlangsungnya Pameran terbuka adalah pameran karya seni yang berlangsung diluar ruanganPameran tertutup adalah pameran karya seni yang berlangsung didalam ruanganPameran bergerak adalah pameran karya seni yang diselenggarakan pada alat yang bergerak contohnya seperti dalam kendaraan, mobil maupun truk. Berdasarkan dimensi karya seni rupa Pameran karya seni rupa dua dimensiPameran ini hanya menampilkan karya seni bidang datar yaitu seperti lukisan, grafis dan gambarPameran karya seni rupa tiga dimensiPameran ini hanya menampilkan karya seni dalam bentuk tiga dimensi atau benda yang memiliki volume atau ruang. Demikian penjelasan mengenai pengertian pameran seni , tujuan dan jenis-jenisnya. Semoga Bermanfaat! Referensi
SeniRupa adalah sebuah konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah struktur atau komposisi yang bermakna.
Dalamkonteks ini karya seni menjadi mediator antara sang produsen dengan audiens. Karya seni rupa dapat dikatakan berhasil menyampaikan pesan, apabila makna dari sebuah karya tersebut dapat dicerna dan dipahami oleh audiens atau apresiator. Kecenderungan karya seni rupa yang mempunyai muatan pesan, dapat dijumpai pada karya seni Reklame.
\n\n \npameran karya seni rupa dapat dikatakan berhasil apabila
PengertianPameran Karya Seni Rupa. Pengertian pameran karya seni rupa ialah kegiatan yang dilakukan oleh seniman untuk memaparkan gagasan dan ide kepada masyarakat dalam bentuk seni rupa. Pameran ini dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Pameran karya seni rupa juga dapat digunakan sebagai media komunikasi antara para seniman Berikuttahapan penyelenggaraan pameran seni rupa. 1. Menentukan Tujuan Pameran Langkah awal yang harus diperhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan terlebih dahulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, sosial atau kemanusiaan. 2. Menentukan Tema Pameran Cermatipenjelasan berikut ya! Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Pameran merupakan suatu bentuk dalam usaha jasa pertemuan, yang mempertemukan antara produsen dan pembeli. Dengan demikian, suatu pameran dapat dikatakan berhasil jika memiliki banyak 37OyY.
  • taz97sgllh.pages.dev/371
  • taz97sgllh.pages.dev/395
  • taz97sgllh.pages.dev/278
  • taz97sgllh.pages.dev/388
  • taz97sgllh.pages.dev/275
  • taz97sgllh.pages.dev/162
  • taz97sgllh.pages.dev/96
  • taz97sgllh.pages.dev/7
  • pameran karya seni rupa dapat dikatakan berhasil apabila