PetaPersebaran Flora Dan Fauna Di Indonesia Dan Penjelasannya posted: 5 August 2022 8.44 - Berikut ini beberapa flora dan fauna di indonesia dan penjelasannya dan informasi yang membahas mengenai peta persebaran serta artikel lain yang berhubungan dengan topik tersebut di Persebaran Kayu Ular Pohon kayu ular tumbuh di tempat
INDONESIA merupakan negara beriklim tropis dan banyak mendapatkan curah hujan sehingga memiliki banyak hutan hujan topis. Oleh karena itu, persebaran flora dan fauna di Indonesia memiliki kelompok tersendiri. Selain itu, persebaran flora dan fauna juga memiliki peran sangat penting terhadap pertumbuhannya. Sampai saat ini, ada 25 ribu jenis flora yang berada di Indonesia dan angka ini akan terus bertambah. Sementara untuk jumlah fauna di Indonesia mencapai lebih dari 200 ribu jenis yang berbeda. Namun, sebelum membahas persebaran flora dan fauna di Indonesia, Kamu perlu mengetahui pengertian dari flora dan fauna. Secara sederhana, pengertian flora adalah tanaman. Secara umum, flora adalah semua jenis tumbuhan atau tanaman yang ada di dunia. Kata flora berasal dari bahasa latin yang memiliki arti “alamat tumbuhan dan nabatah”. Flora dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman atau tumbuhan. Sedangkan, Fauna secara umum diartikan sebagai segala jenis hewan yang hidup di dunia. Kata fauna berasal dari bahasa latin. Kata tersebut memiliki arti alam hewan. Nah, lantas seperti apa yah persebarannya ? Yuk disimak penjelasan berikut ini. 1. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Untuk persebaran flora dan fauna akan dibagi menjadi dua sebagai berikut a. Persebaran Flora di Indonesia Flora Paparan Sunda Wilayah ini meliputi flora di Pulau Sumatra dan sekitarnya. Kawasan ini mempunyai tiga jenis flora, yakni - Flora di pantai barat Pulau Sumatra, yaitu berbagai tumbuhan seperti rotan, hutan rawa air tawar, kemuning, meranti, dan berbagai jenis tumbuhan rawa gambut. - Flora di pantai timur Pulau Sumatra, terdiri dari berbagai tumbuhan seperti mangrove. - Flora endemik, contohnya raflesia arnoldi. Flora Paparan Sahul Kawasan ini meliputi flora di Papua yang terdiri dari hutan hujan tropis, pohon rasamala, pohon nipah, mangrove, eucalyptus, pohon matoa pometia pinnata, dan sagu. Flora Peralihan Flora peralihan meliputi Pulau Sulawesi dan sekitarnya. Namun, pada dasarnya flora di Sulawesi adalah campuran flora di Paparan Sahul dan Paparan Sunda. Flora yang menonjol adalah kayu eboni atau kayu besi yang ada di Sulawesi. Selain itu, ada juga kayu cendana yang ada di Nusa Tenggara Timur. Flora wilayah peralihan terdapat di dataran gunung, dataran rendah, dan pantai. b. Persebaran Fauna di Indonesia Fauna Asiatis/Indonesia Bagian Barat/Kelompok Hewan Asia Fauna asiatis mencakup Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Hewan yang ada di Indonesia bagian barat berasal dari kawasan oriental. Fauna asiatis contohnya adalah mamalia seperti gajah, tapir, rusa, kerbau, orang utan, dan sebagainya. Selain itu juga reptil, burung, unggas, ikan air tawar, dan pesut. Pesut adalah semacam lumba-lumba dari Sungai Mahakam. Fauna Australis/Indonesia Bagian Timur/Fauna Tanah Sahul Kelompok Australia Persebaran fauna australis ada di Papua, Papua Barat dan beberapa pulau kecil yang ada di sekitarnya. Fauna Indonesia bagian timur terdiri dari mamalia semacam kanguru, wallaby, beruang dan sebagainya. Ada juga nokdiak landak Irian, oposum layang, kuskus, kanguru pohon, reptil, amfibi, burung, ikan, dan berbagai jenis serangga. Jenis burung yang ada di sana contohnya cendrawasih, kasuari, dan lainnya. Fauna Asia-Australis/Fauna Indonesia Bagian Tengah/Kelompok Hewan Peralihan/Wilayah Fauna Kepulauan Wallace Persebaran fauna peralihan ada di Pulau Timor, NTB, NTT, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku. Mamalia yang ada di sana adalah anoa, babi rusa, monyet hitam, tarsius, monyet seba, dan yang lain. Fauna yang lain termasuk reptil seperti biawak, komodo dan soa-soa. Selain itu, ada amfibi dan berbagai jenis burung. Contoh burung yang ada di kawasan peralihan adalah burung maleo, mandar, raja udang rangkong, dan sebagainya. 2. Faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia a. Faktor Iklim - Suhu - Sinar matahari - Kelembapan udara - Angin - Curah Hujan b. Faktor Edafik - Tekstur tanah - Tingkat kegemburan - Mineral organik - Mineral anorganik - Kandungan air tanah - Kandungan udara tanah c. Faktor Fisiografis - Ketinggian wilayah - Bentuk lahan d. Faktor Biotik - Manusia - Hewan - Tumbuhan OL-5
Indonesiamemiliki persebaran keanekaragaman hayati yang sangat melimpah baik flora maupun faunanya. Keanekaragaman tersebut tersebar dari wilayah barat hingga timur sehingga terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan karakteristik lingkungan serta jenis spesiesnya. Adapun ketiga bagian tersebut meliputi zona oriental, peralihan, dan australasia.
Peta Persebaran Hewan Di Indonesia – Penyebaran flora dan fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah utama. Ilmuwan yang membagi ketiga bidang tersebut adalah Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman tumbuhan dan hewan. Keduanya terbentang dari ujung barat Sabang hingga Marauke. Flora dan fauna harus kita jaga karena merupakan kekayaan alam negara. Flora adalah istilah yang digunakan untuk menyebut berbagai tumbuhan. Sedangkan binatang adalah istilah yang digunakan untuk menyebut segala jenis binatang. Alfred Russell Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber adalah ahli biogeografi yang meneliti flora dan fauna Indonesia. Peta Persebaran Hewan Di Indonesia Penyebaran flora dan fauna di Indonesia terbagi menjadi 3 zona atau wilayah. Tumbuhan dan hewan di wilayah barat, tengah peralihan, dan timur. Ketiga bagian ini dipisahkan oleh 2 garis, yaitu garis Weber di sebelah timur dan garis Wallace di sebelah barat. Gambrkan Peta Persebaran Fauna Di Indonesia Beserta Garis Pembatasny Untuk flora bagian barat yang meliputi pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan pulau-pulau kecil sekitarnya diberi nama Asiatis Oriental. Spesies di bagian timur Australia disebut Australis dan bagian tengah dari wilayah Wallace atau transisi. Tumbuhan dan hewan yang ada di bagian barat disebut juga tumbuhan dan hewan Sund. Karena pada zaman es, pulau jawa, sumatra, kalimantan dan benua asia berada dalam satu benua. Begitu pula Pulau Papua yang dulunya menyatu dengan Benua Australia disebut Beting atau Beting Sahul. Penyebaran flora dan fauna Indonesia terbagi menjadi beberapa kategori. Flora wilayah barat disebut flora Asia atau oriental karena memiliki kemiripan dengan flora wilayah Asia. Mencakup pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Curah hujan tinggi terjadi di wilayah barat yang terletak di anjungan Sunda. Vegetasi yang mendominasi di kawasan ini terdiri dari tumbuhan yang heterogen, berkayu, tinggi, seperti yang banyak dijumpai di kawasan hutan tropis Kalimantan dan Sumatera. Peta Sebaran Fauna Paleartik, Neartik, Ethiopian, Oriental, Australis, Neotropik Flora wilayah barat dibagi menjadi beberapa kelompok. hutan hujan tropis, hutan bakau, hutan musim dan hutan savana tropis. Contoh tumbuhan di wilayah barat antara lain rafflesia arnoldii, andalas, tembus, gempaca aromatica, kayu meranti kuning, palem merah, ylang ylang, dan berbagai jenis anggrek. Hutan ini penuh dengan tanaman yang berbeda heterogen. Jenis hutan ini tersebar di Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Tumbuhan di daerah ini memiliki batang pohon yang tinggi, daun yang lebar, lembab dan gurun. Hutan ini selalu merontokkan daunnya pada musim kemarau. Misalnya kayu jati, cemara dan pinus. Hutan ini terletak di wilayah utara Jawa. Vegetasi tropis berupa rerumputan, tetapi juga banyak terdapat pepohonan. Tanaman ini banyak Anda temukan di pulau Bali, Jawa Timur, dan dataran tinggi Gayo, Aceh. Biogeografi Wilayah Index Satal Background Information Index 2010 “ Indonesia Usa Deep Sea Exploration Of The Sangihe Talaud Region” Noaa Ship Okeanos Explorer Noaa Office Of Ocean Exploration And Research Penyebaran flora dan fauna Indonesia di bagian tengah sering disebut flora peralihan. Daerah ini memiliki tumbuhan yang berasal dari Asiatis dan Australia. Flora sentral ini meliputi pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tanaman di wilayah ini dibagi menjadi beberapa kelompok. Hutan bakau, hutan pegunungan, dan hutan musim. Dataran tropis sering kita jumpai di Nusa Tenggara Barat Padang rumput atau stepa bisa kita temukan di Nusa Tenggara Timur. Contoh tanaman di daerah ini adalah kayu rima, anggrek hitam, eboni, kayu cendana, kayu geranium, anggrek fiber, ajan kalikong, dll. Di kawasan timur, flora ini memiliki kemiripan dengan flora kawasan Australia, sehingga disebut flora Australia. Daerah ini meliputi Kepulauan Maluku dan Pulau Papua. Persebaran Flora Dan Fauna Di Indonesia Bagian Timur Flora di dataran rendah Sehol meliputi berbagai jenis pohon kayu-kayuan seperti ketapang, ulin/kayu besi atau jamwood. Ada juga banyak tanaman asli khas Indonesia bagian timur, antara lain pohon sagu, matua, baka, kayu putih, agatis alba, dll. Flora oriental ini sebagian besar terdapat di Papua, tersebar di kawasan hutan mangrove, hutan tropis dan pegunungan. Penyebaran flora dan fauna Indonesia di wilayah barat, fauna ini bertipe Asia yang lebih mirip dengan hewan yang ada di sebagian besar Asia. Ciri-ciri hewan barat adalah hewan besar. Banyak dari mereka berasal dari ikan air tawar, mamalia atau spesies mamalia, dan banyak monyet. Peta Persebaran Flora Dan Fauna Di Indonesia Terlengkap Contoh hewan di Barat antara lain harimau sumatera, kerbau, gajah, badak bertanduk, banteng, tapir, elang, jalak, buaya, ular, biawak, orang utan, bekantan, serangga, ikan air tawar dan sebagainya. Fauna yang sering disebut fauna peralihan atau fauna kawasan Wallace ini meliputi pulau Sulawesi, Nusa Tenggara dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Ada fauna Asia, Australia dan endemik atau unik yang tidak identik dengan Asiatis-Australia. Contoh fauna sentral antara lain komodo, anua, burung prem, babi rusa, raja perling, burung maleo, dll. Di antara ciri-ciri hewan yang ada di kawasan ini biasanya berkantung, berbulu indah, berukuran kecil dan jenis kera serta ikan air tawar yang langka. Peta Persebaran Flora Dan Fauna Di Indonesia Bagian Tengah Contoh fauna termasuk kanguru pohon, penyu sisik, kasuari, marsupial dan marsupial, kuskus, burung cendrawasih, dll. Ada banyak daerah yang mungkin dihuni oleh organisme yang tidak beraturan. Penyebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut Di daerah kering atau bersalju, beberapa hewan atau tumbuhan akan sulit bereproduksi. Kondisi cuaca di suatu wilayah dipengaruhi oleh kelembaban udara, suhu, curah hujan angin dan sinar matahari. Tanah yang subur akan menjadi tempat tumbuh yang baik bagi tanaman. Sehingga akan menarik banyak hewan untuk hidup disekitarnya. Ejercicio De Lkpd Persebaran Flora Dan Fauna Di Indonesia Penyebaran flora dan fauna di Indonesia mencakup banyak jenis tumbuhan yang jarang ditemukan. Misalnya tas Samar, anggrek Hartine, dan chanterelles. Tidak hanya tumbuhan, tetapi juga banyak hewan yang langka di Indonesia, seperti orangutan, anua, badak jawa, kancil dan harimau sumatera. Persebaran flora dan fauna di Indonesia perlu kita lestarikan, mengingat banyak jenis flora dan fauna yang kini sudah langka. 1, sub topik 2 / Saluran YouTube, Saluran Khanum Dan ” / RINGTIMES BALI – Di bawah ini peta sebaran flora dan fauna di Indonesia, materi kelas 5 SD, topik 1, subtopik 2, simak artikel ini selengkapnya. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara yang kaya akan flora dan fauna yang terdapat di berbagai pulau di negara tropis ini. Peta Persebaran Fauna Di Indonesia​ Berikut adalah kunci jawaban peta sebaran flora dan fauna Indonesia dari channel YouTube Enno Dewi. Garis Wallace adalah garis imajiner yang membatasi persebaran spesies hewan Asia. Di sebelah barat garis ini terdapat sejenis hewan Asia. Garis Weber merupakan garis imajiner yang membatasi persebaran hewan jenis Australia, artinya di sebelah timur garis ini terdapat spesies australis. Oke sekian pembahasan kunci jawaban peta persebaran flora dan fauna indonesia untuk siswa sd dan smp 5 semoga bermanfaat. *** Persebaran Flora Dan Fauna 30 Twibbon Valentine’s Day 2023 Link tanpa logo dan watermark download langsung dan share di FB, IG dan WA Prediksi Skor Liga 1 Persib Bandung vs PSM Makassar BRI head-to-head, preview tim dan starting line-up Prediksi Madura United vs Persita Tangerang BRI Liga 1 Preview, Susunan Pemain, Head to Head 43 Link Twibbon Hari Kenaikan Isa Almasih 1444 H atau 2023 M, bagus untuk berbagi zikir, download gratis disini Peta Persebaran Burung Kacer Di Indonesia Kongres Luar Biasa KLB PSSI Hari Ini Digelar di Jakarta, Ada 4 Calon Presiden Umum, Siapakah Yang Terbaik? Ada takdir. Jam berapa cinta yang kupilih hari ini akan tayang? Yuk cek jadwal SCTV hari Kamis, 16 Februari 2023 Nonton Skaya and The Big Boss Episode 6 7 8 Full Resmi Tidak di LK21 Jadwal Tayang Full episode 6-8 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hari ini kita belajar tentang persebaran satwa di Indonesia sebagai bagian dari keanekaragaman hayati di Indonesia. Sebelum memulai materi utama, saya mengajari anak-anak mengapa terjadi penyebaran hewan dan mengapa kita mempelajari materi ini. Perhatikan Gambar Peta Persebaran Faunaindonesiapersebaran Hewan Indonesiatuliskan Nama Nama . Keanekaragaman hayati berarti keragaman. Dalam keragaman yang menciptakan materi ini, ada dua pertanyaan, yaitu Khusus untuk pertanyaan kedua ini, jawabannya tidak langsung ditemukan di biologi, kita harus melihat dengan geografi dan geologi. Dengan kebutuhan akan ilmu-ilmu lain, biologi dan geografi/geologi melahirkan cabang ilmu baru yang disebut biogeografi atau biogeologi. Padahal, dengan bukti jelas persebaran hewan di Indonesia yang umumnya terbagi menjadi dua dan umumnya menjadi tiga, para peneliti memiliki bukti tambahan dalam teori Pangea, yang kemudian terbelah ratusan juta tahun lalu, mempengaruhi setiap spesies. Jalur evolusi yang berbeda karena kondisi lingkungan ekstrem yang berbeda. Nanti di akhir materi tentang sebaran fauna akan jelas semuanya, terutama fauna di daerah Bali dan Lombok. Materi biologi tentang persebaran hewan di Indonesia bukanlah ilmu atau pengetahuan yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Butuh waktu bertahun-tahun dan banyak uang untuk sampai pada kebenaran ini. Ada tiga orang yang menjadi terkenal karena penemuan ini, yaitu Pembagian Persebaran Flora Dan Fauna Di Indonesia Sekilas ketiga pembagian ini mirip dengan pembagian perbedaan waktu di Indonesia, namun penemuan terkait pembagian fauna bagian atas tidak ada hubungannya dengan pembagian waktu tersebut. Bagian barat Indonesia dibagi oleh Garis Wallace yang ditemukan oleh Alfred Russel Wallace. Garis Wallace dari utara ke selatan membentang di wilayah antara Kalimantan dan Sulawesi. Dan dilanjutkan ke laut antara Lombok dan Bali. Hewan yang termasuk dalam garis Wallace dikenal juga sebagai Fauna Asiatis atau Fauna Orientalis Sekarang pulau ini eksklusif untuk dua pulau terakhir yaitu Pulau Bali dan Pulau Lombok. Jarak kedua pulau ini sekitar 25 km. Bagaimanapun, meski jaraknya kecil, fauna kedua pulau ini sangat berbeda. Dapat dikatakan bahwa fauna peralihan merupakan fauna komposit, yaitu campuran antara fauna barat dan fauna Indonesia timur. Kelompok peneliti pertama melihat tanda-tanda dan menemukan Persebaran Fauna Di Dunia Peta persebaran hewan, peta persebaran nikel di indonesia, peta persebaran fauna indonesia, peta persebaran indonesia, peta persebaran pertanian di indonesia, peta persebaran pertambangan di indonesia, peta persebaran emas di indonesia, peta persebaran sda di indonesia, peta persebaran perkebunan di indonesia, peta persebaran tambang indonesia, peta persebaran hewan indonesia, peta persebaran hewan di dunia
9wilayah persebaran kayu jati di Indonesia dam penjelasannya seperti halnya hutan jati yang terdapat di Pulau Jawa, Bali, Madura, dan lainnya
Hutan secara umum digambarkan sebagai kawasan dengan pepohonan yang banyak tumbuh diatasnya. Kawasan hutan merupakan salah satu ekosistem dalam biosfer yang didominasi oleh komposisi bermacam vegetasi dan flora, sehingga tidak salah apabila hutan dikatakan sebagai lokasi masyarakat tumbuhan hidup terbesar di dunia. Berbagai jenis hutan dapat kita temukan di berbagai penjuru tanah air. Keberadaan hutan sangatlah penting untuk kehidupan manusia. Kemampuan alami tumbuhan dalam menyerap karbondioksida melalui proses fotosintesis dan mengubahnya menjadi oksigen, menandakan keberadaan hutan yang memiliki peran vital bagi kelangsungan hidup manusia. Hutan memiliki kemampuan pula dalam mencegah berbagai kerusakan alam yang kerap dihubungkan dengan fenomena efek rumah kaca dan perubahan iklim. Bermacam jenis hutan yang tersebar di seluruh belahan bumi tentu memiliki perbedaan. Perbedaan-perbaan ini terjadi akibat klasifikasi hutan berdasarkan parameter yang berbeda-beda. Sistem klasifikasi hutan kerap dibedakan berdasarkan letak geografis atau biogeografinya, sifat-sifat musim yang ada di lingkungan hutan tersebut atau iklimnya, ketinggian tempat, keadaan tanah, dan jenis pohon yang mendominasi. Berdasarkan klasifikasi hutan semakin berkembang, maka kita akan mengetahui lebih banyak tentang jenis hutan yang ada di Indonesia, ciri-ciri, manfaat masing-masing dan persebarannya. Baca juga Pengertian Hutan Hujan Tropis, Ciri-ciri dan Manfaatnya Jenis-jenis Hutan di Indonesia Indonesia memiliki anugerah yang luar biasa baik itu flora maupun faunanya. Hutan Indonesia menempati urutan ketiga sebagai hutan terluas di dunia. Hasil pemantauan hutan oleh Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan KLHK pada tahun 2022 menunjukan bahwa luas lahan yang berhutan di Indonesia sebesar 95,6 juta ha dari seluruh daratan Indonesia yang memiliki luasan 187 juta hektar. Berikut ini pembahasan 9 jenis hutan yang bisa kita temukan di tanah air yaitu 1. Hutan Bakau Jenis hutan yang pertama yaitu hutan bakau. Hutan bakau kerap disamakan dengan hutan mangrove, padahal kedua hutan tersebut memiliki perbedaan. Bakau atau tumbuhan yang memiliki nama latin Rhizophora sp. merupakan salah satu spesies penyusun kawasan mangrove. Relawan dan Tim LindungiHutan dalam acara penanaman pohon mangrove hasil kerjasama dengan brand kecantikan Somethinc di pesisir utara Jawa. Tumbuhan bakau menjadi genus yang mendominasi dalam menyusun ekosistem mangrove. Tanaman ini umumnya ditemukan di garis pantai dengan kecenderungan lebih dekat dengan perairan atau laut dibandingkan daratan. Oleh karena itu, bakau memiliki tipe perakaran yaitu tunjang sebagai bentuk adaptasi bakau dari habitatnya yang kerap diterpa pasang dan surut air laut sehingga fluktuasi perendaman air terjadi. Hutan bakau di Indonesia tersebar di pantai timur pulau Sumatera, pantai barat serta selatan pulau Kalimantan, pantai utara pulau Jawa dan pantai barat daya Papua. Beberapa tempat yang menjadi rumah untuk bakau tumbuh dan berkembang dengan baik diantaranya Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul. Kondisi pasang surut di Dangkalan Sunda yang relatif tenang menjadi ekosistem yang nyaman bagi bakau untuk tumbuh. Di wilayah Papua, hutan bakau diperkirakan tumbuh pada luasan lahan sekitar 1,3 juta ha atau sepertiga luasan bakau di seluruh Indonesia. Salah satu manfaat jenis hutan bakau diantaranya menjadi tempat tinggal untuk berbagai fauna seperti biawak, kepiting bakau, udang lumpur, berbagai jenis siput dan ikan tembakul. Habitat hutan bakau menjadi tempat yang ideal untuk perkembangan rantai makanan yakni produsen bagi ikan-ikan kecil dan kepiting, karena tidak sedikit ikan yang memakan daun tanaman bakau untuk bertahan hidup. Terlebih lagi, hutan bakau mampu melindungi pantai dari deburan ombak yang berpotensi mengakibatkan abrasi serta ombak tsunami yang dapat dicegah oleh bakau. Manfaat lain dari hutan bakau yaitu dapat menjaga kualitas air di daerah pesisir, menjadi katalis tanah atau menjaga lapisan tanah agar lebih padat, dan memberikan dampak ekonomi yang luas untuk masyarakat baik pemanfaatannya di bidang pariwisata, perkebunan ataupun tambak. Baca juga Brand Kecantikan Somethinc Tanam 10 Ribu Pohon Bakau di Pesisir Utara Jawa 2. Hutan Mangrove Mangrove adalah varietas komunitas yang ada di pantai tropik dan subtropik berupa pepohonan atau semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut air laut. Komposisi jenis hutan mangrove tidaklah homogen, melainkan semua pepohonan dan semak yang ada di suatu kawasan, terkena pasang surut air laut dan membentuk komunitas, maka ia dikatakan sebagai hutan mangrove. Apabila tanaman yang menempati hutan pesisir dengan dominasi bakau Rhizophora sp., maka jenis hutan tersebut dinamakan hutan bakau seperti pembahasan sebelumnya. Karakteristik dari tumbuhan di hutan mangrove yakni tumbuhan dengan akar napas yang berfungsi efektif untuk mencegah dan menanggulangi erosi pantai. Persebaran hutan mangrove di Indonesia diantara ada di sisi barat dan timur pulau Sumatera dengan luasan hutan mangrove mencapai ha. Beberapa titik di pulau Jawa dengan luasan mencapai ha. Sepanjang pesisir pulau Kalimantan dengan luasan mencapai ha. Sepanjang pesisir pulau Sulawesi dengan luasan mencapai ha. Bagian barat pulau Papua dengan luasan mencapai ha. Dan di Bali serta Nusa Tenggara dengan luasan mangrove di kedua wilayah tersebut mencapai ha. Manfaat dari keberadaan jenis hutan mangrove tidak jauh berbeda dengan hutan bakau diantaranya yaitu Mencegah intrusi air laut atau perembesan air laut ke daratan yang berakibat pada perubahan pada mata air di daratan menjadi air payau. Mencegah abrasi air laut, karena ombak di pinggiran laut yang tinggi berpotensi untuk mengikis daratan. Penghambat dan penyaring alami untuk sampah-sampah yang tergenang di laut dan mempercepat penguraian sampah organik. Tempat tinggal dan sumber makanan untuk berbagai jenis satwa seperti ikan-ikanan dan kepiting. Membantu dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir. Manfaat jenis hutan mangrove dalam pembentukan pulau dan daratan baru dimungkinankan karena akar tanaman di hutan bakau dapat menjaga tanah di daerah pesisir agar tetap padat dan tidak mudah tergerus ketika pasang surut air laut datang. 3. Hutan Lumut Lumut adalah tumbuhan kecil yang belum memiliki akar dan daun sejati, akan tetapi ia mampu untuk berfotosintesis. Tumbuhan ini kerap hidup berkoloni dan mampu untuk tumbuh di lingkungan yang ekstrem dan hidup di berbagai medium seperti bebatuan, tanah, batang kayu bahkan menumpang pada organisme lain. Lumut menyukai lingkungan yang lembab dan bersuhu rendah. Tumbuhan dan lantai hutan lumut seringkali ditutupi oleh tumbuhan lumut karena kelembapan udara dan curah hujan yang tinggi. Seperti namanya, jenis hutan lumut didominasi oleh tumbuhan lumut. Ciri utama hutan lumut yakni berada di kawasan yang memiliki curah hujan tinggi sehingga kelembapan tinggi dan berembun. Jenis hutan lumut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya di Gunung Lumut di Kalimantan Timur dengan karakteristik lumut tumbuh pada akar pohon, batang pohon dan bebatuan. Hutan lumut di Gunung Singgalang dengan karakteristik lumut tumbuh dan menempel pada pepohonan besar serta akar hingga rantingnya. Dan hutan lumut terakhir di Pegunungan Argopuro Jawa Timur atau lebih tepatnya berada pada Kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. Manfaat utama hutan lumut memberikan ruang interaksi antar komponen seperti tempat hidup untuk flora dan fauna, khususnya mereka yang hanya dapat hidup pada daerah dengan kelembaban tinggi, sebagai sumber makanan dan membantu kamuflase fauna tertentu dari predator, karena sifat lumut yang dapat menumpang atau menempel pada organisme lain. Baca juga 9 Dampak Kerusakan Hutan bagi Manusia dan Alam yang WAJIB Kamu Pahami 4. Hutan Rawa Hutan rawa adalah hutan dengan vegetasi tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di wilayah genangan air tawar atau secara periodic wilayah hutan akan selalu tergenang air tawar. Jenis hutan ini biasanya terletak di daerah yang berada di dekat aliran sungai akan tergenang ketika luapan air sungai naik semasa musim hujan, keadaan tersebutlah yang menyebabkan terbentuknya hutan rawa. Komposisi hutan rawa berbentuk vertikal dengan beberapa stratifikasi, diantaranya strata sederhana seperti palem-paleman dan sagu. Ciri utama dari jenis hutan rawa ini selain selalu tergenang air ialah lantai hutan yang berupa lapisan gambut. Sehingga lapisan gambut membentuk tanah dengan sifat tidak terlalu keras atau nampak seperti lumpur. Jenis tumbuhan yang tumbuh mencakup paku-pakuan, jamur, atau lumut, eceng gondok, rumput, semanggi dan tanaman air lainnya. Cengkraman akar pepohonan atau tumbuhan pada hutan rawa tidaklah sekuat tanaman di tanah yang padat. Beberapa jenis hutan rawa antara lain yaitu Hutan rawa gambut atau hutan dengan komposisi tanah organik yang sangat tinggi akibat dari penguraian sisa hewan dan tumbuhan. Hutan rawa air tawar yakni hutan rawa dengan vegetasi yang cukup lebat dan berlapiskan tanah yang kaya akan mineral. Rawa tanpa hutan atau wilayah rawa yang hanya ditumbuhi oleh tumbuhan kecil seperti semak belukar dan rumput air. Persebaran hutan rawa di Indonesia yakni di daerah dataran rendah yang terdapat sungai-sungai besar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Ketiga wilayah tersebut memiliki hutan rawa dengan persentase 95% dari keseluruhan wilayah hutan rawa di Indonesia. Manfaat hutan rawa diantaranya sebagai sumber makanan bagi flora dan fauna yang hidup di area hutan rawa, sebagai sumber cadangan air, mencegah terjadinya intrusi atau masuknya air laut kedalam air tanah dan air sungai yang menjadi sumber mata air alami, dan mencegah terjadinya banjir. 5. Hutan Sabana Jenis hutan kelima yaitu hutan sabana. Hutan sabana adalah kawasan hutan dengan komposisi berupa padang rumput yang dikelilingi oleh pepohonan atau semak-semak sejenis palem dan akasia. Sabana merupakan ekosistem yang dapat berada di wilayah dataran tinggi maupun rendah dan persebaran pohon yang tidak merata dengan dominasi rumput di seluruh lahan hutan sabana. Tingkat curah hujan yang rendah mengakibatkan pohon-pohon hijau sulit untuk tumbuh di hutan sabana. Hutan sabana dapat ditemukan pada wilayah tropis maupun subtropis. Jenis hutan ini sangat cocok pada kawasan dengan curah hujan yang rendah. Ciri hutan sabana apabila dilihat dari fauna yang hidup berupa hewan-hewan yang mampu hidup pada daerah kering seperti badak, burung unta, macan tutul, singa, impala, kuda nil, jerapah, rusa, gajah, zebra, unta, rubah, bison, babun, dan masih banyak lagi. Persebaran hutan sabana di Indonesia yang dapat kita temukan di hutan sabana Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur dengan ciri khas faunanya yakni Komodo. Selanjutnya, hutan sabana Sumba Timur yang juga ada di Nusa Tenggara Timur dengan wilayah padang rumput terluas untuk wilayah Indonesia bagian timur. Kemudian ada hutan sabana Tanjung Ringgit di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan keindahan berupa hamparan rumput serta ilalang dan pemandangan pantai. Masih di wilayah Nusa Tenggara Barat yakni gunung Rinjani sabana sembalun yang berada pada jalur pendakian. ak kalah dengan wilayah timur, terdapat hutan sabana Baluran, Jawa Timur yang berisikan beberapa tumbuhan seperti hamparan padang rumput, dan keberadaan hewan seperti kijang, macan tutul, dan banteng liar yang hidup secara bebas disana. Ada juga sabana Gunung Bromo di Jawa Timur, sabana Cidaon di Taman Nasional Ujung Kulon dan terakhir sabana Gunung Merbabu di Taman Nasional Gunung Merbabu. Manfaat dari jenis hutan sabana diantaranya sebagai habitat tempat tinggal dan sumber makanan bagi flora dan fauna, sebagai tempat menyimpan cadangan air tanah akibat luasnya permukaan lahan rumput, menjaga keseimbangan alam, menjadi kawasan peternakan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar daerah sabana dan membantu perekonomian warga apabila dapat dikelola menjadi tempat wisata dan penelitian. 6. Hutan Stepa Jenis hutan keenam yang dapat kita jumpai di Indonesia yaitu hutan stepa. Hutan stepa memiliki kemiripan dengan hutan sabana. Namun, kondisi yang membedakan hutan stepa dan sabana adalah komposisi vegetasinya. Jenis hutan stepa didominasi oleh vegetasi jenis rumput dan tidak ada pohon maupun semak-semak besar di dataran lahan tersebut. Pepohonan tidak dapat tumbuh di wilayah stepa akibat curah hujan yang rendah dan tidak merata. Hutan stepa dapat kita temukan di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Ciri-ciri utama yang nampak nyata dari hutan stepa adalah suhu yang berkisar 19-30 derajat Celcius saat musim panas dan 12-20 derajat Celcius saat musim dingin, curah hujan yang tidak teratur hanya berkisar 250-500 mm/tahun, kelembapan udara sangatlah rendah dan dominasi vegetasi rumput yang luas membentang. Hutan stepa dapat ditemukan di wilayah timur Indonesia seperti pulau Timor dan Nusa Tenggara, karena kondisi iklim gersang dan minim curah hujan yang mendukung. Manfaat dari hutan stepa yakni sebagai ekosistem beberapa fauna khususnya mereka hewan ternak, dapat menjadi lahan peternakan bagi masyarakat yang memiliki hewan ternak dan kondisi alam yang menarik dapat dijadikan sebagai tempat wisata, sehingga memberikan dampak secara ekonomis bagi masyarakat sekitar. 7. Hutan Musim Hutan musim adalah hutan yang dipengaruhi oleh pergantian musim. Tanaman yang tumbuh pada jenis hutan ini tentu akan berbeda tergantung dari musim yang berganti dan biasanya hanya terdiri atas satu jenis tanaman saja. Sehingga vegetasi tanaman pada hutan musim tidaklah beragam atau homogen. Jarak pohon antara satu dengan yang lain relatif senggang dengan ketinggian pohon mencapai 12-13 meter. Ketika musim penghujan maka tanaman-tanaman baru di hutan musm akan tumbuh subur dengan penanda daun yang menghijau dan tumbuh lebat. Sedangkan pada musim kemarau maka daun akan meranggas sebagai bentuk adaptasi diri. Macam-macam dan jenis hutan musim kerap kali dinamai sesuai dengan tumbuhan atau jenis pohon yang tumbuh mendominasi di dalamnya. Beberapa contoh hutan musim yang dinamai sesuai dominasi jenis tanamannya hutan jati, sengon, ketapang, bunga anggrek, sagu, kemiri, cendana, kayu putih dan masih banyak lagi. Hutan musim di Indonesia tersebar di beberapa wilayah pulau Jawa yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur dan daerah Nusa Tenggara Barat. Manfaat dari hutan musim adalah sebagai pengatur tata air, tempat hidup dan sumber makanan bagi flora dan fauna, sumber obat-obatan alami, dan pengatur iklim. Hutan musim kerap dimanfaatkan sebagai hutan produksi karena homogenitas varietas tanaman yang tumbuh di dalamnya. Baca juga 5 Bentuk Adaptasi Morfologi Tumbuhan Terhadap Lingkungannya 8. Hutan Hujan Tropis Jenis hutan selanjutnya yaitu hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah jenis hutan dengan tingkat kelembaban yang tinggi akibat curah hujan yang juga besar setiap tahunnya sebesar lebih dari mm/tahun. Hutan hujan tropis pada umumnya berada pada wilayah dengan suhu udara rata-rata 20-30 derajat Celcius. Jenis hutan ini dengan keanekaragaman vegetasi yang kaya akibat mendapatkan sinar matahari yang cukup, meskipun cahaya matahari tidak dapat menembus dasar hutan karena lebatnya pepohonan. Keistimewaan wilayah hutan hujan tropis yakni wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Fakta menarik dari hutan hujan tropis adalah sebagian besar kehidupan hutan ditemukan di pepohonan dibandingkan di lantai hutan. Keberadaan kanopi atau tumbuhan yang besar dan menaungi tumbuhan kecil di bawahnya menjadi tempat para satwa menghabiskan waktu ketika siang hari dengan adaptasi-adaptasi yang mereka lakukan, baik melalui suara untuk berkomunikasi akibat rerimbunan daun yang menyulitkan satwa bergerak. Persebaran hutan hujan tropis di Indonesia berada di pulau-pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Manfaat hutan hujan tropis adalah sebagai penyimpan jutaan ton karbon akibat keberagaman vegetasi flora yang tumbuh di jenis hutan ini, melindungi dari banjir dan kekeringan karena banyaknya pepohonan dan memudahkan penyerapan air hujan, menstabilkan tanah, mempengaruhi pola curah hujan, dan menjadi rumah untuk flora fauna liar. Hutan hujan tropis juga kerap menjadi sumber daya bagi masyarakat sekitar hutan untuk bertahan hidup. 9. Hutan Gugur Hutan gugur merupakan jenis hutan terkahir pada pembahasan kali ini. Hutan gugur didominasi oleh vegetasi tumbuhan peluruh atau tumbuhan yang menggugurkan daunnya pada musim tertentu. Pohon jati menggugurkan daun-daunnya untuk mengurangi penguapan air ketika musim kemarau. Hutan gugur memiliki curah hujan merata antara 750-1000 mm/tahun. Suhu rata-rata 2-18 derajat Celcius pada jenis hutan ini. Vegetasi di hutan gugur biasanya berciri daun lebar, tajuk yang rapat, warna daun yang hijau ketika musim panas, dan akan gugur ketika musim dingin. Jenis flora yang tumbuh tidak terlalu beragam, meskipun begitu tanah di termasuk subur akibat pembusukan daun-daun ketika musim dingin. Di Indonesia, jenis hutan gugur memiliki nama lain yaitu hutan musim tropika atau hutan muson. Jenis flora yang hidup di hutan gugur ialah jenis tanaman tropofit atau tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan musim seperti pohon jati, damar, rotan, cemara, pinus, palem, pakis, bambu, dan eucalyptus. Sedangkan fauna yang dapat hidup di hutan gugur memiliki ciri khas berupa adaptasi dengan migrasi dilakukan oleh burung dan hibernasi dilakukan oleh mamalia, beberapa hewan tersebut seperti harimau, rusa, babi hutan, tikus kayu, musang, beruang dan masih banyak lagi. Hutan gugur yang tersebar di Indonesia dapat ditemui pada Kawasan Wallace yaitu wilayah Sulawesi, sebagian Maluku, Nusa Tenggara, bali dan Jawa. Manfaat keberadaan hutan gugur diantaranya menjadi tempat hidup beragam flora dan fauna, serta sebagai sumber makanan untuk makhluk hidup disana. Hutan gugur juga menjadi penghasil kayu seperti rotan, damar, dan jati, penghasil oksigen, pengatur iklim dan tata air tanah dan mencegah intrusi air laut. Baca juga Polusi Adalah Pengertian, Jenis dan Dampak Polusi bagi Kehidupan Ringkasan Indonesia memiliki bermacam jenis hutan dengan karakteristik yang berbeda. Berbagai jenis hutan tersebut menjadi potensi besar untuk dapat diolah dan dimaksimalkan sebaik-baiknya untuk masyarakat tanpa merugikan makhluk hidup lain seperti fauna dan flora yang hidup dalam hutan. Seluruh jenis hutan yang telah dijelaskan diatas tersebar merata di sepanjang wilayah Indonesia yakni pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Karakteristik jenis hutan di Indonesia terkodifikasi berdasarkan sifat musim seperti hutan musim, sabana dan stepa. Kemudian berdasarkan keadaan tanah yaitu hutan rawa, hutan mangrove dan hutan bakau. Berdasarkan iklim yaitu hutan hujan tropis, hutan lumut, dan hutan gugur. Kelestarian bermacam jenis hutan seharusnya menjadi perhatian kita bersama, untuk dapat melindungi dan melestarikan agar tetap asri dan hidup seutuhnya. Manfaat dari hutan sangatlah besar untuk kelangsungan hidup kita. Sehingga menjaga hutan turut menjaga variasi jenis hutan, menjaga flora fauna yang hidup didalamnya, dan menjaga kehidupan kita sendiri sebagai manusia. Baca juga Gambut Adalah Pengertian, Ciri-ciri dan Jenis Lahan Gambut Referensi dan rujukan artikel. Penulis Jati Ratna Arifah Editor M. Nana Siktiyana Jangan Lupa untuk Ikut Serta dalam Upaya Pelestarian Hutan LindungiHutan merupakan wadah untuk menanam pohon mulai dari 10 ribu rupiah. Ribuan orang, ratusan UMKM dan perusahaan telah percaya dengan LindungiHutan dengan menjalin kolaborasi untuk kelestarian hutan Indonesia.
DaerahJambi adalah daerah yang menghasilkan kayu manis paling besar di Indonesia. Di daerah inilah rempah beraroma wangi khas berasal. Dua wilayah di daerah Jambi yang menjadi asal muasal hadirnya kayu manis adalah Kabupaten Merangin, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Banyak terdapat pepohonan kayu manis yang ada di daerah Jambi.
Kayu merupakan hasil alam yang terbukti sejak jaman dahulu telah digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan mulai dari bahan bangunan sampai dengan bahan untuk konstruksi kapal. Kayu juga termasuk komoditas utama dan sebagian besar hasil kayu ini juga dijadikan untuk berbagai keperluan manusia. Ada berbagai jenis kayu yang tersebar di seluruh Indonesia. Jenis kayu apa sajakah itu? Nah, agar mengenal lebih jauh mengenai kayu, berikut ini beberapa jenis kayu serta daerah persebarannya di Indonesia. Kayu jati Kayu jati merupakan jenis kayu dengan kualitas nomor I dan sangat populer sampai ke mancanegara. Kayu ini memiliki tingkat keawetan yang tinggi. Kayu jati banyak digunakan sebagai bahan bangunan, mebel mewah, bahan untuk ukiran mewah, serta kerajinan tangan yang lainnya. Keuinikan dari kayu jati yang lainnya adalah tahan terhadap serangan hama pemakan kayu dan juga jamur. Kayu jati kebanyakan ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali, Nusa Tenggara dan Bali. Kayu kelapa Kayu kelapa banyak dikenal oleh masyarakat sebagai bahan untuk bangunan rumah. Kayu kelapa ini banyak ditemukan di area pantai. Kayu kelapa memiliki keuinikan tersendiri karena batang kayu ini lurus, sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Daerah persebaran dari kayu ini adalah Jawa dan Sulawesi. Kayu bengkirai Kayu bengkirai termasuk jenis kayu berkualitas nomor I. Kayu ini juga termasuk jenis kayu populer dan banyak dicari oleh parap pengusaha kayu dikarenakan kualitas kayu bengkirai ini yang super. Kayu ini merupakan jenis kayu yang tahan lama, kuat, keras, serta tidak mudah terserang hama pemakan kayu dan juga jamur. Daerah persebaran dari kayu ini adalah Kalimantan. Kayu ulin Kayu juga merupakan salah satu jenis kayu dengan kualitas yang super. Kayu ini merupakan jenis kayu yang sangat keras, sehingga sering dijuluki sebagai kayu besi. Kayu ini baik untuk digunakan sebagai bahan bangunan utama, jembatan, bahan untuk perkapalan, serta tiang listrik. Kayu ulin juga merupakan jenis kayu dengan nilai komersial yang sangat tinggi. Kayu ini banyak ditemukan di Sumatra Selatan dan Kalimantan. Kayu kamper Kayu kamper merupakan kayu dengan kualitas yang cukup baik dan juga banyak dicari oleh para pengusaha kayu. Kayu ini banyak digunakan untuk pembuatan kusen, baik untuk kusen pintu maupun jendela. Keunggulan lain dari kayu kamper ini adalah tingkat ketahanannya yang tinggi. Kayu kamper tidak mudah terserang oleh rayap maupun hama pemakan kayu yang lainnya. Selain itu, kayu ini juga tahan terhadap serangan jamur. Daerah persebaran dari kayu ini adalah Sumatra dan Kalimantan. Kayu merbau Kayu merbau merupakan jenis kayu dengan kualitas yang bagus. Kayu merbau biasanya berwarna kelabu coklat, kuning coklat sampai dengan merah yang cerah dan ada pula yang berwarna sampai hitam. Kayu merbau banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bahan untuk bangunan, mebel, furniture, ukiran, parket lantai, dan yang lainnya. Kayu merbau juga termasuk jenis kayu dengan nilai yang tinggi. Wilayah persebaran dari kayu ini adalah Maluku dan Papua. Demikian enam jenis kayu beserta tempat persebarannya di Indonesia. Semakin banyak pengguna kayu dan juga semakin banyak terjadinya illegal logging, maka memungkinkan untuk persediaan kayu semakin tipis di Indonesia. Oleh karena itu, pelestarian terhadap kayu sangat diperlukan. Rekomendasi Untuk AndaMengenal Jenis-Jenis Kayu Untuk FurnitureMengenal Lebih Dekat Cat Kayu Water BasedProduk Pabrik Cat Dasar Kayu Cepat Kering Biocolours Yang Ternama Di IndonesiaGrosir Cat Dasar Kayu Non-Toxic BioColours Di IndonesiaJual Cat Dasar Kayu Cepat Kering Biocolours IndonesiaSupplier Cat Kayu Aman Biovarnish Di IndonesiaPilihan Menarik LainnyaKebutuhan Cat Kayu Jati Penting Untuk Serat KayuKayu Aquarium Membutuhkan Cat Kayu Warna GlossCara Mendempul Kayu Merbau Ya ng TepatCat Kayu Mengkilap Untuk Dinding BambuCat Anti Rayap Bagus Untuk Finishing Furniture InteriorPabrik Cat Dasar Kayu Cepat Kering BiocoloursLihat Harga Plitur Kayu Disini Sebelum Membeli di TokoHari Pendidikan NasionalHarga Dempul Kayu Terbaru 2017Jual Cat Kayu Kuas Biovarnish Bagus Untuk Replika KapalRansomeware Masih Menghantui Data Rumah Sakit IndonesiaFurniture Kayu Mangga Wajib Menggunakan Cat Kayu Kuas
PetaPersebaran Limbah Biomassa di Indonesia. Energi biomassa adalah salah satu energi alternatif yang dapat dikembangkan. Disadari atau tidak, sejak zaman dulu manusia telah menggunakan biomassa sebagai sumber energi. Contohnya adalah penggunaan kayu bakar untuk menyalakan api unggun. Biomassa adalah produk fotosintesis yang menyerap energi
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan flora dan fauna. Keragaman flora dan fauna itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tapi, Sobat Pijar sudah tahu belum, ternyata persebaran flora dan fauna di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda, lho, di setiap wilayahnya. Manusia di tiap wilayah saja memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari warna kulit, model rambut, hingga mata pencahariannya. Hal yang sama juga terjadi pada flora dan fauna, nih. Wah, seperti apa ya persebaran flora dan fauna di Indonesia itu? Kita bahas sama-sama, yuk! Baca juga Proses Terjadinya Hujan Seperti Apa, Ya?Persebaran Flora dan Fauna di IndonesiaBerdasarkan karakteristik tiap wilayahnya, persebaran flora dan fauna di Indonesia terbagi menjadi tiga, yaitu persebaran flora dan fauna di paparan sunda, peralihan, dan paparan sahul. Ketiga wilayah ini dipisahkan oleh dua garis, yaitu garis wallace yang memisahkan daerah paparan sunda dan peralihan dan garis weber yang memisahkan daerah peralihan dan paparan sahul. Supaya Sobat Pijar lebih terbayangkan bagaimana pembagiannya, berikut gambaran peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia. Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Sumber Pijar BelajarKira-kira kenapa, ya, persebaran flora dan fauna di Indonesia terbagi ke dalam tiga wilayah? Pembagian tiga wilayah persebaran flora dan fauna di Indonesia ini disebabkan oleh adanya persamaan kondisi geografis dan karakteristik flora dan fauna di tiap wilayahnya. Pada awalnya seluruh benua merupakan satu kesatuan, namun akhirnya terpisahkan akibat adanya pergeseran lempeng tektonik bumi. Nah, karena itulah beberapa wilayah yang dulunya menyatu memiliki karakteristik yang sama. Misalnya seperti pulau Sumatera dan Jawa yang dulunya menyatu sehingga karakteristik flora dan faunanya serupa. Kita kenalan lebih jauh, yuk, dengan masing-masing wilayah persebaran flora dan fauna di Indonesia. Flora dan Fauna Paparan Sunda AsiatisWilayah persebaran flora dan fauna di Indonesia yang pertama kita bahas adalah Paparan Sunda atau Dataran Sunda. Kalau Sobat Pijar lihat dalam peta persebaran flora dan fauna sebelumnya, wilayah Paparan Sunda meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, berserta laut dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Nah, pulau-pulau dalam wilayah Paparan Sunda ini dulunya terhubung langsung dengan Benua Asia. Oleh karena itu, Paparan Sunda juga dapat disebut dengan wilayah Asiatis. Sebagai wilayah yang dulunya menyatu, flora dan fauna dalam wilayah Paparan Sunda ini memiliki karakteristik yang mirip satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan oleh karakteristik geografisnya yang mirip. Berikut ciri-ciri flora dan fauna wilayah Paparan Sunda. Ciri-Ciri Flora Paparan Sunda dan ContohnyaBersifat heterogen beragam, wilayah Paparan Sunda sebagian besar terdiri dari iklim hutan hujan tropis dengan curah hujan dan penyinaran matahari yang tinggi. Oleh karena itu, wilayah paparan sunda memiliki jenis tanaman yang sangat beragam karena tanahnya sangat subur. Tanaman berukuran besar dan daun lebat, curah hujan yang tinggi dan adanya penyinaran matahari yang stabil sepanjang tahun membuat vegetasi di wilayah asiatis atau paparan sunda dapat tumbuh lebih besar dan tinggi serta berdaun lebat. Beberapa contoh flora paparan sunda atau asiatis adalah pohon kayu besi, rafflesia arnoldii bunga bangkai, pohon mahoni, pohon jati, pohon meranti, anggrek, kantong semar, dan sebagainya. Ciri-Ciri Fauna Paparan Sunda dan ContohnyaHewan berbadan besar, suburnya vegetasi di daerah Paparan Sunda membuat fauna di daerah tersebut lebih memiliki postur tubuh yang besar. Selain itu, luasnya area hutan tropis di Paparan Sunda juga membuat fauna aktif bergerak dan membentuk postur tubuh yang besar. Fauna berbulu, tingginya curah hujan di daerah Paparan Sunda membuat fauna di dalamnya memiliki bulu yang lebat sebagai perlindungan dari suhu dingin. Tidak memiliki kantung di tubuhnya, fauna atau hewan di Paparan Sunda jarang atau bahkan hampir tidak ada yang memiliki kantung. Didominasi jenis kera dan reptil, banyaknya pohon besar dan tinggi menjadi habitat yang cocok untuk kera dan reptil. Dikarenakan wilayah Paparan Sunda didominasi oleh hutan hujan tropis, wilayah ini pun memiliki jenis fauna yang sangat beragam juga. Adapun, beberapa contoh fauna di paparan sunda meliputi orang utan, kera, gajah, harimau, tapir, kuda nil, jerapah, dan sebagainya. Flora dan Fauna PeralihanBerbeda dengan wilayah paparan sunda yang sebelumnya terhubung dengan Benua Asia, wilayah peralihan merupakan wilayah yang sebelumnya tidak terhubung dengan wilayah manapun atau bisa dibilang sudah terpisah dengan wilayah paparan sunda dan sahul. Makanya, flora dan fauna wilayah peralihan biasanya unik atau beda dari yang lain, lho, Wilayah peralihan sendiri mencakup wilayah Indonesia bagian tengah, seperti Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya. Kenalan dengan ciri-ciri flora dan fauna peralihan, yuk! Ciri-Ciri Flora Peralihan dan ContohnyaDidominasi vegetasi savana, daerah peralihan memiliki curah hujan yang rendah sehingga fauna yang mendominasi cenderung tidak rimbun dan berbentuk savana. Tumbuhan berukuran kecil dengan daun pendek, sedikitnya curah hujan di wilayah Peralihan membuat bentuk floranya cenderung tidak besar dan daunnya pendek atau tidak rimbun. Karakteristik tanaman tidak memerlukan banyak air, sebagai bentuk adaptasi dengan curah hujan yang sedikit, tanaman di wilayah ini juga cenderung tidak memerlukan banyak air untuk tumbuh. Beberapa contoh flora wilayah peralihan meliputi tanaman bakau, kayu manis, kayu eboni, tanaman lontar, dan cengkeh. Ciri-Ciri Fauna Peralihan dan ContohnyaMerupakan hewan endemik, wilayah Peralihan pada awalnya sudah terisolasi dari wilayah di sekitarnya, sehingga memiliki fauna yang endemik atau khas, contohnya seperti komodo. Didominasi oleh jenis burung, wilayah Peralihan juga didominasi oleh fauna jenis burung yang cukup khas, contohnya seperti burung maleo. Hewan tidak berbulu atau berbulu sangat tipis, dikarenakan curah hujan yang rendah, wilayah peralihan menjadi cenderung bersuhu panas sehingga memiliki fauna yang berbulu sangat tipis atau tidak berbulu. Dikarenakan wilayah peralihan sudah terisolasi lebih dulu dengan berbagai wilayah lainnya, fauna di wilayah peralihan pun cukup unik dan hanya dapat ditemui di wilayah peralihan saja. Beberapa di antaranya seperti komodo, anoa, kuskus beruang, burung maleo, babirusa, soa-soa layar, tarsius, burung kakatua, dan sebagainya. Flora dan Fauna Paparan Sahul AustralisWilayah persebaran flora dan fauna di Indonesia yang terakhir adalah wilayah Paparan Sahul atau Dataran Sahul. Paparan sahul adalah istilah untuk menunjuk pada terhubungnyawilayah sebelah timur Indonesia dengan Benua Australia sehingga disebut juga dengan wilayah Australis. Wilayah Paparan Sahul sendiri meliputi Laut Timor menyambung ke Timur di laut Arafura yang menyambung dengan Pulau Papua di bagian timur. Nah, Paparan Sahul ini memiliki tingkat curah hujan yang relatif rendah dan kelembaban udara yang rendah juga, lho. Hal ini pun mempengaruhi jenis flora dan fauna yang ada di sana. Ciri-Ciri Flora Paparan Sahul dan ContohnyaDidominasi oleh vegetasi yang ada di Australia, Paparan Sahul pada awalnya tergabung dengan benua Australia sehingga flora yang ada pun mirip dengan yang ada di Australia. Vegetasi yang ada merupakan vegetasi pegunungan, wilayah Paparan Sahul memiliki bentuk relief yang didominasi oleh wilayah pegunungan, sehingga vegetasi yang ada beradaptasi dengan hal itu. Beberapa contoh flora Paparan Sahul meliputi pohon eucalyptus, pohon sagu, pohon matoa, dan sebagainya. Ciri-Ciri Fauna Paparan Sahul dan ContohnyaMemiliki fauna khas seperti Australia, contohnya kanguru dan koala. Mamalia berukuran kecil, contohnya seperti reptil. Banyak fauna berkantung, hal ini dikarenakan di wilayah Australia memiliki fauna endemik dengan ciri berkantung. Didominasi oleh berbagai burung, Paparan Sahul juga memiliki banyak burung khas seperti cendrawasih dan kasuari. Jarang sekali ada kera atau monyet, hal ini disebabkan oleh kurangnya vegetasi dengan bentuk tinggi dan besar yang menjadi habitat kera dan monyet. Beberapa contoh fauna Paparan Sahul meliputi kanguru, burung cendrawasih, burung kasuari, koala, dan berbagai reptil. Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan FaunaTerdapat berbagai faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia. Berikut Pijar Belajar rangkum berbagai faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Berbagai faktor ini umumnya berpengaruh pada habitat dan kemampuan beradaptasi flora dan fauna. Unsur klimatik, yaitu faktor yang berhubungan dengan iklim. Unsur klimatik yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna adalah curah hujan, suhu, angin, hingga kelembaban edafik, yaitu faktor yang berhubungan dengan tanah. Faktor relief bumi geografis, seperti wilayah perbukitan, tanah lapang, dan sebagainya. Faktor makhluk hidup, seperti pembabatan hutan secara liar yang tanpa sadar membuat flora dan fauna dapat terancam punah atau bermigrasi ke habitat yang baru. Baca juga Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, dan Macam-Macamnya_____________________________________________Wah, ternyata menarik sekali ya persebaran flora dan fauna di Indonesia. Dengan kekayaan flora dan fauna yang ada di Indonesia, kita sebagai warga negara Indonesia harus turut aktif menjaga kelestariannya, ya! Tertarik untuk belajar lebih banyak tentang flora, fauna, dan geografis Indonesia? Sobat Pijar bisa banget mulai berlangganan Pijar Belajar, nih! Pijar Belajar merupakan aplikasi belajar terlengkap untuk SD, SMP, dan SMA yang bisa kamu akses kapan saja dan dimana saja. Pijar Belajar juga memiliki banyak materi, latihan soal, dan video pembahasan yang bisa kamu simak, lho. Yuk, mulai berlangganan Pijar Belajar sekarang juga! Referensi E-Modul Persebaran Flora - Fauna di Indonesia dan Dunia, Direktorat Pembinaan SMA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018. Modul Pembelajaran Geografi SMA Kelas XI, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN, 2020. Flora & Fauna International, Indonesia,
PulauSumbawa ialah salah satu distrik di Indonesia yang memiliki persebaran hutan yang jumlahnya terbatas. Pada tahun 1817, Raffles mencatat andai hutan jati tidak ditemukan di Semenanjung Malaya atau pulau Sumatera ataupun pulau- pulau yang berdampingan dengannya.
Indonesia kaya akan hutan- hutan baca ekosistem hutan dengan aneka ragam pepohonan. Jenis- jenis hutan di Indonesia ada banyak sekali dan masing- masing hutan tersebut dikelompokkan menurut kategori tertentu. jenis- jenis hutan berdasarkan ketinggian tempatnya, berdasarkan musim baca hutan musim, berdasarkan struktur, dan juga berdasarkan jenis pohon. Salah satu yang mudah untuk kita ketahui adalah pengelompokkan hutan menurut vegetasi yang hidup atau jenis pohonnya, misalnya hutan jati, hutan bambu, hutan pinus, hutan cemara, dan lain sebagainya. Dan salah satu yang akan kita bahas dalam artikel ini mengenai keberadaan hutan jati di JatiTanaman Jati mempunyai nama yang dikenal dunia yakni nama “Teak” yang berasal dari bahasa Malayalam “Thekku”, dan mempunyai nama ilmiah Tectona grandis tanaman jati mempunyai pohon yang besar, mempunyai batang yang lurus dan mempunyai tinggi hingga mencapai 30 hingga 40 meter. Tanaman jati atau pohon jati dapat tumbuh di daerah yang mempunyai curah hujan antara – mm per tahun dengan suhu antara 27° hingga 36° Celcius. Dan tempat yang paling cocok untuk pertumbuhan pohon jati adalah tanah yang mengandung pH 4,5 hingga 7 serta tanah itu tidak dibanjirin dengan air baca jenis banjir.Persebaran Pohon Jati di Indonesia Pohon jati merupakan pohon yang tidak asing kita temukan di Indonesia. Pohon jati merupakan pohon legendaris yang mempunyai nilai ekonomis serta estetika yang tinggi. Mengapa dikatakan demikian? Hal ini karena kayu jati sangat cocok apabila dioleh menjadi barang- barang furniture atau mebel seperti meja, kursi, lemari, pintu, kusen, hingga hiasan- hiasan dengan nilai seni yang tinggi. kayu jati sangat awet dan tidak mudah dimakan hama yang menyebabkan kayu berbubuk. Oleh karena itulah barang- barang yang dibuat dengan kayu jati biasanya sangat awet. Oleh karena kualitasnya inilah maka kayu jati mempunyai harga yang sangat mahal, terlebih jika ukurannya besar, maka harganya bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Pohon jati juga termasuk pohon yang mempunyai umur panjang, sehingga bisa dijadikan sebuah pilihan investasi. Jika kita menanam pohon jati mulai sekarang maka puluhan tahun yang akan datang bisa dipanen, sehingga dapat kita wariskan kepada anak cucu kita. selain itu kayu jati biasanya mempunyai harga semakin lama semakin mahal seperti halnya tanah, sehingga termasuk harta yang sangat Indonesia sendiri dapat kita temukan banyak hutan jati, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. hutan jati inipun dapat kita lihat dari pinggir- pinggir jalan dan menjadi pemandangan yang indah. Jika musim penghujan datang maka hutan akan tampak hijau dan subur, namun ketika musim kemarau tiba, daun- daun jati akan berguguran baca bioma hutan gugur untuk mengurangi penguapan. Namun proses pengguguran daun jati ini justru memberikan pemandangan yang sangat indah. Beberapa daerah di Indonesia yang merupakan daerah persebaran pohon jati atau hutan jati antara lain sebagai berikutJawa TengahSalah satu daerah di Indonesia yang mempunyai banyak sekali pohon jati adalah di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah. Jawa Tengah, khususnya bagian selatan adalah penghasil pepohonan jati yang banyak, seperti di Kabupaten Sragen, Wonogiri dan Sukoharjo. Letaknya yang dekat dengan pegunungan membuat pemandangan di wilayah ini terlihat indah. Namun karena hutan ini panjang, sehingga jika malam hari kita melintasi wilayah ini maka pencahayaannya sangat minim. Jalan di wilayah ini yang berliku- liku dan juga naik turun mambuat jalam ini tidak direkomendasikan jika malam hari, karena dapat menimbulkan bahaya. Selain di wilayah bagian selatan, jati juga tumbuh subur di wilayah pantai utara baca ekosistem pantai. Bahkan di wilayah utara pulau jawa mulai dari Jawa Barat, khususnya daerah Karawang hingga ke ujung timur pulau TimurMasih di seputar pulau Jawa bagian selatan. Jika yang kita uraikan di atas adalah wilayah Jawa Tengah, maka apabila kita telusuri lebih lanjut, sampailah kita di wilayah Jawa Timur, seperti di wilayah Ngawi dan Pacitan. Jawa Timur dan Jawa Tengah memang merupakan wilayah yang sangat terkenal akan pohon jatinya. Bahkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terlebih di bagian utara pertumbuhan pohon jati hingga di ketinggian 650 meter di atas permukaan air laut baca ekosistem air laut, hanya di wilaya Besuki saja yang pertumbuhannya tidak lebih dari 200 meter di atas permukaan air Bali juga merupakan tempat tersebarnya pohon- pohon jati. Pohon jati pada zaman dahulu hanya tumbuh di wilayah Jawa dan Bali serta pulau- pulau kecil yag ada di timur MunaPulau Muna merupakan pulau yang terletak di dekat Pulau Sulawesi. Di Pulau Muna, kita juga akan menemukan persebaran hutan jati, namun pohon- pohon jati yang tumbuh di pulau Muna ini jumlahnya TenggaraSelain Bali, wilayah timur Jawa yang juga merupakan daerah persebaran pohon jati adalah wilayah Nusa Tenggara. Di wilayah Nusa Tenggara ini kita juga akan menemukan persebaran pohon jati namun dalam jumlah yang juga merupakan salah satu pulau yang berada di sebelah timur pulau Jawa. Di pulau Madura, kita juga akan menemukan persebaran pohon- pohon jati. Hutan jati yang berada di wilayah Madura jumlahnya juga tergolong Sumbawa adalah salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai persebaran hutan yang jumlahnya terbatas. Pada tahun 1817, Raffles mencatat jika hutan jati tidak ditemukan di Semenanjung Malaya atau pulau Sumatera ataupun pulau- pulau yang berdekatan dengannya. Pohon jati hanya tumbuh subur di pulau Jawa serta sejumlah pulau kecil yang ada di sebelah timurnya, seperti Madura, Bali serta Sumbawa. Bahkan pada saat itu perbukitan di bagian timur laut Bima di Sumbawa penuh tertutup dengan hutan TenggaraKeberadaan pepohonan Jati di wilayah pulau Sulawesi ini tercatat pada tahun 1671 oleh Hyne. Meskipun pada saat itu titik atau lokasi penemuan pohon jati ini hanya ada di beberapa titik saja, khususnya di bagian timur. kebanyakan pohin jati ditemukan di wilayah Sulawesi tenggara yakni di beberapa pulau kecil yang ada di dalam provinsi tersebut, seperti di Pulau Butung teluk Sampolawa. Hyne juga menduga bahwa pohon jati sebenarnya juga terdapat di Pulau Kabaena, Rumbia dan Poleang di wilayah Sulawesi Tenggara. Berdasarkan penelitian, analisis DN mutakhir menunjukkan bahwa sesungguhnya pohon jati yang berada di wilayah Sulawesi Tenggara merupakan cabang perkemabangan dari Jati yang ada di pulau SelatanSelain wilayah Sulawesi Tenggara, wilayah lain dari pulau Sulawesi yang ditumbuhi pohon jati adalah di wilayah Sulawesi Selatan. Namun wilayah Sulawesi Selatan ini tergolong daerah baru untuk persebaran jati. Pohon jati ditanam di wilayah Sulawesi Selatan baru sekitar tahun 1960-an hingga 1970-an. Pada saat itu terdapat banyak lahan di Billa, Soppeng, Bone, Sidrap dan juga Enrekang sedang mengalami masa reboisasi atau dihutankan kembali. Dan pohon jati dipilih sebagai salah satu pohonnya. Di Billa bahkan pertumbuhan pohon Jati tidak kalah dengan di Pulau Jawa, batang dari pohon jati yang tumbuh hingga mempunyai garis tengah batang yang melebihi 30 itulah beberapa tempat yang merupakan daerah persebaran pohon jati yang ada di Indonesia. Pohon jati pernah dicoba untuk ditanam di wilayah Sumatera, namun hasilnya mengecewakan. Jati yang tumbuh di Sumatera hanya dapat hidup sekitar dua hingga tiga tahun saja. Hal ini kemungkinan karena pohon jati tidak terlalu cocok dengan tanah yang ada di wilayah tersebut. Demikian informasi yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.
Menurutilmuwan terkenal dunia yaitu Wallace dan Webber, persebaran flora di Indonesia terbagi menjadi 3 yaitu: 1. Daerah Paparan Sahul. Flora yang hidup di daerah ini masuk ke dalam daerah Irian Jaya dimana flora yang tersebar terbagi menjadi beberapa kategori, diantaranya: Pohon sagu. Pohon Nipah.
Persebaran flora dan fauna di dunia dipelajari dalam cabang ilmu biogeografi dengan menggunakan pendekatan biogeografi sejarah yaitu melihat dari sudut pandang perkembangan dan evolusi kelompok organisme, iklim, migrasi, gerakan bumi pada masa lalu, serta hubungan ekologis masa lalu dengan sekarang, serta pendekatan biogeografi ekologi yaitu melihat dari sudut pandang interaksi antarorganisme serta interaksi organisme dengan lingkungannya. Peta Persebaran Flora Di IndonesiaSebarkan iniPosting terkait Berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi persebaran flora, secara garis besar, jenis-jenis flora di Indonesia dapat dibedakan, berikut ini. Peta persebaran Flora di Indonesia Bagian Barat Flora di wilayah Indonesia bagian Barat didominasi oleh vegetasi hutan hujan tropis yang selalu basah. Hal ini dikarenakan pada kawasan ini mempunyai curah hujan dan kelembapan yang cukup tinggi. Jenis-jenis flora di kawasan ini memiliki kesamaan ciri dengan flora di Benua Asia pada umumnya. Adapun flora tipe Asia Asiatis memiliki ciri-ciri, berikut ini. 1 Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga, misalnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan sejenisnya. 2 Selalu hijau sepanjang tahun. 3 Bersifat heterogen. Selain itu, di wilayah Indonesia bagian Barat juga terdapat tumbuhan endemik hanya ada di daerah tersebut, yaitu Raflesia arnoldi di Sumatra. Wilayah Indonesia bagian Barat juga banyak dijumpai kawasan hutan mangrove hutan bakau, antara lain di pantai Timur Sumatra, pantai Barat dan Selatan Kalimantan, serta pantai Barat dan Utara Jawa. Peta persebaran Flora di Indonesia Bagian Tengah Daerah peralihan meliputi wilayah Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya serta Kepulauan Nusa Tenggara. Di kawasan ini tidak kita jumpai adanya hutan yang lebat. Jenis hutan yang ada hanyalah hutan semusim atau hutan homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di kawasan Nusa Tenggara kita hanya akan menjumpai adanya sabana dan stepa. Sabana adalah padang rumput yang luas dengan tumbuhan kayu di sana-sini, sedangkan stepa adalah tanah kering yang hanya ditumbuhi semak belukar. Kondisi ini terjadi karena di wilayah Nusa Tenggara memiliki curah hujan yang relatif lebih sedikit bila dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia. Jenis tumbuhan yang mendominasi di wilayah Indonesia bagian tengah, antara lain, jenis palma, cemara, dan pinus. Gambar Peta Persebaran Flora di Indonesia Peta persebaran Flora di Indonesia Bagian Timur Flora di wilayah Indonesia bagian Timur didominasi oleh hutan hujan tropis. Akan tetapi, jenis tumbuhannya berbeda dengan jenis tumbuhan di wilayah Indonesia bagian Barat. Jenis flora di wilayah hutan hujan tropis bagian Timur memiliki kesamaan dengan flora di kawasan Benua Australia, sehingga jenis floranya bersifat Australis. Salah satu flora ciri khas di kawasan Indonesia Timur adalah anggrek.
3 Fauna Asia-Australis/Fauna Indonesia Bagian Tengah/Kelompok Hewan Peralihan/Wilayah Fauna Kepulauan Wallace. Persebaran fauna peralihan ada di Pulau Timor, NTB, NTT, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku. Mamalia yang ada di sana adalah anoa, babi rusa, monyet hitam, tarsius, monyet seba, dan yang lain.
Jakarta - Indonesia memiliki persebaran flora dan fauna di sejumlah kawasan. Persebaran tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, yakni iklim edafik, fisiografis, dan kawasan flora di Indonesia dibedakan menjadi Paparan Sunda, Paparan Sahul, dan peralihan. Sementara, kawasan fauna terbagi menjadi bagian barat/asiatis, timur/australis, dan peralihan/ mengetahui lebih dalam, simak gambaran peta persebaran flora dan fauna di Indonesia di bawah ini, melansir dari e-modul Geografi Kemendikbudristek Kelas XI karya Nyoman Flora Paparan SundaWilayah ini meliputi flora di Pulau Sumatra dan sekitarnya. Kawasan ini mempunyai tiga jenis flora, yakniFlora di pantai barat Pulau Sumatra, yaitu berbagai tumbuhan seperti rotan, hutan rawa air tawar, kemuning, meranti, dan berbagai jenis tumbuhan rawa di pantai timur Pulau Sumatra, terdiri dari berbagai tumbuhan seperti endemik, contohnya raflesia Flora Paparan SahulKawasan ini meliputi flora di Papua yang terdiri dari hutan hujan tropis, pohon rasamala, pohon nipah, mangrove, eucalyptus, pohon matoa pometia pinnata, dan Flora PeralihanFlora peralihan meliputi Pulau Sulawesi dan sekitarnya. Namun, pada dasarnya flora di Sulawesi adalah campuran flora di Paparan Sahul dan Paparan Sunda. Flora yang menonjol adalah kayu eboni atau kayu besi yang ada di Sulawesi. Selain itu, ada juga kayu cendana yang ada di Nusa Tenggara wilayah peralihan terdapat di dataran gunung, dataran rendah, dan Fauna di Indonesia1. Fauna Asiatis/Indonesia Bagian Barat/Kelompok Hewan AsiaFauna asiatis mencakup Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Hewan yang ada di Indonesia bagian barat berasal dari kawasan asiatis contohnya adalah mamalia seperti gajah, tapir, rusa, kerbau, orang utan, dan sebagainya. Selain itu juga reptil, burung, unggas, ikan air tawar, dan pesut. Pesut adalah semacam lumba-lumba dari Sungai Fauna Australis/Indonesia Bagian Timur/Fauna Tanah Sahul Kelompok AustraliaPersebaran fauna australis ada di Irian Jaya dan beberapa pulau kecil yang ada di sekitarnya. Fauna Indonesia bagian timur terdiri dari mamalia semacam kanguru, wallaby, beruang dan juga nokdiak landak Irian, oposum layang, kuskus, kanguru pohon, reptil, amfibi, burung, ikan, dan berbagai jenis serangga. Jenis burung yang ada di sana contohnya cendrawasih, kasuari, dan Fauna Asia-Australis/Fauna Indonesia Bagian Tengah/Kelompok Hewan Peralihan/Wilayah Fauna Kepulauan WallacePersebaran fauna peralihan ada di Pulau Timor, NTB, NTT, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku. Mamalia yang ada di sana adalah anoa, babi rusa, monyet hitam, tarsius, monyet seba, dan yang yang lain termasuk reptil seperti biawak, komodo, dan soa-soa. Selain itu, ada amfibi dan berbagai jenis burung. Contoh burung yang ada di kawasan peralihan adalah burung maleo, mandar, raja udang rangkong, dan dicatat, pembagian persebaran fauna di Indonesia dibatasi garis Wallace dan Weber. Garis Wallace membagi kelompok hewan Asia dan peralihan. Sedangkan garis Weber membagi kelompok hewan peralihan dan yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna1. Faktor IklimSuhuSinar matahariKelembapan udaraAnginCurah Hujan2. Faktor EdafikTekstur tanahTingkat kegemburanMineral organikMineral anorganikKandungan air tanahKandungan udara tanah3. Faktor FisiografisKetinggian wilayahBentuk lahan4. Faktor BiotikManusiaHewanTumbuhanItulah peta persebaran flora dan fauna di Indonesia dan unsur yang mempengaruhinya. Ikut lestarikan ya, detikers! Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] nah/pay
6EXqLW. taz97sgllh.pages.dev/480taz97sgllh.pages.dev/478taz97sgllh.pages.dev/154taz97sgllh.pages.dev/146taz97sgllh.pages.dev/74taz97sgllh.pages.dev/65taz97sgllh.pages.dev/342taz97sgllh.pages.dev/387
peta persebaran kayu di indonesia