Sejarah berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Informasi tentang berdirinya Kerajaan Sriwijaya didapat dari beberapa sumber sejarah dari dalam negeri dan asing. Sumber dalam negeri berupa prasasti-prasasti, antara lain Prasasti Kedukan Bukit (683 M), Prasasti Kota Kapur (686 M), Prasasti Talang Tuo (684 M), Prasasti Telaga Batu (683 M), dan Prasasti
Sementara itu, bukti-bukti sejarah menunjukkan Kerajaan Sriwijaya berusia cukup panjang, sejak abad ke-7 hingga abad ke-14. Ketiga nama raja itu ialah Raja Dapunta Hyang, Raja Balaputradewa, dan Raja Sanggrama Wijayattunggawarman. Setelah itu, nama Sriwijaya tenggelam.
Kerajaan kediri merupakan kerajaan yang bercorak Hindu di Indonesia. Didirikan pada tahun 1045 Masehi dengan raja pertamanya adalah Sri Samarawijaya. Asal-usul kerajaan kediri ini dapat ditemukan pada catatan sejarah yang tertuang di dalam kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Pertanyaan. Perhatikan peristiwa peristiwa berikut ini : 1) Setelah meminta pengampunan kepada Javakatwang Raden Wijaya diberikan tanah perdikan di daerah hutan Tarik 2) Raden Wijaya mendirikan dinasti dan kerajaan Majapahit 3) Jayakatwang menyerang Singasari dan membunuh Kertanegara 4) Bangsa Mongol menyerang kerajaan Kediri dan menggulingkan Jayakatwang 5) Raden Wijaya menghancurkan
Kerajaan ini merupakan gabungan dari dua kerajaan yang berasal dari keturunan sama, yaitu Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa didirikan oleh Tumanurung Bainea pada awal abad ke-14. Pada abad ke-15, kerajaan ini terbelah menjadi dua, yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Pada masa pemerintahan Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna, Gowa
Terakhir adalah Kertanagara (1254–1292 M). Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung. 1. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu
FPV7.